Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4446- Toksisitas Kronis Ekstrak Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) Pada Tikus Putih Galur Wistar (Tasya Amalia Suci; Dr. Rini Hendriani, M.Si; Dr. Ade Zuhrotun, M.Si)


Herba ciplukan (Physalis angulata L.) atau yang dikenal dengan cecendetan memiliki aktivitas antiinflamasi, antimikroba, antidiabetes, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202301424446Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4446
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4446
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Herba ciplukan (Physalis angulata L.) atau yang dikenal dengan cecendetan memiliki aktivitas antiinflamasi, antimikroba, antidiabetes, antiproliferative dan antifibrosis. Selain itu, herba ciplukan juga dipercaya menyembuhkan beberapa penyakit seperti penyakit telinga, malaria, radang hati, rematik, dan penyakit kelamin. Herba ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki banyak aktivitas atau khasiat nya. Namun, belum banyak penelitian mengenai uji toksisitas untuk mengetahui dosis penggunaan yang aman sehingga tidak menimbulkan efek toksik terutama dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya efek toksik kronis yang timbul selama penggunaan ekstrak herba ciplukan jangka panjang yakni selama 6, 9 dan12 bulan secara in vivo. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih Galur Wistar dengan jenis kelamin betina. Pada penelitian ini, digunakan 4 kelompok uji yaitu kelompok control, dosis 20 mg/kgBB, dosis 450 mg/kgBB dan 1000 mg/kgBB. Gambaran toksisitas jangka panjang menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak herba ciplukan (Physalis angulata L.) hingga dosis 450 mg/KgBB secara berulang pada waktu 6, 9 dan 12 bulan tidak memberikan toksisitas yang berarti terhadap parameter biokimia darah, hematologi, indeks organ, serta histopatologi organ juga tidak menyebabkan kematian pada hewan uji.
    Kata Kunci: Ekstrak Ciplukan, in vivo, toksisitas Kronis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi