
Text
T281- Analisis Pola Resistensi dan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Luaran Klinis Pasien Infeksi Pneumonia Nosokomial di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode 2019-2021 (Nurul Kamilah Sadli; Dr. Eli Halimah, MS; Dra. Rina Winarni, M.Farm; dr. Leonardus Widyatmoko, Sp, MK)
Infeksi pneumonia nosokomial merupakan salah satu infeksi Hospital Acquired Infections (HAIs) yang mengakibatkan resiko kematian yang cukup tinggi. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230140 T281 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T281Penerbit Fakultas Fasrmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T281Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Infeksi pneumonia nosokomial merupakan salah satu infeksi Hospital Acquired Infections (HAIs) yang mengakibatkan resiko kematian yang cukup tinggi. Penggunaan antibiotik secara rasional menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi luaran klinis pasien infeksi pneumonia nosokomial. Untuk meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik secara rasional, Kemenkes RI merekomendasikan metode Gyssen dalam evaluasi kualitatif antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pola bakteri dan pola resistensi antibiotik, kualitas penggunaan antibiotik dan analisis hubungan kualitas penggunaan antibiotik terhadap luaran klinis pasien, serta mengetahui faktor-faktor yang secara signifikan berkaitan dengan mortalitas pasien infeksi pneumonia nosokomial di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung periode 2019-2021. Metode yang dilakukan dalam evaluasi kualitas penggunaan antibiotik adalah metode Gyssen yang dilakukan oleh 3 reviewer berbeda untuk mencegah bias subjektivitas dalam penilaian. Gambaran pola bakteri dan pola resistensi antibiotik dilakukan analisis secara deskriptif dalam bentuk persentase, sedangkan dalam menilai hubungan kualitas penggunaan antibiotik terhadap luaran klinis pasien dilakukan analisis menggunakan uji statistik SPSS mann whitney dan chi square. Analisis multivariat dilakukan untuk memperoleh faktor-faktor yang berkaitan dengan mortalitas pasien menggunakan uji stastitik regresi logistik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien dan data laboratorium pada periode 2019-2021. Data yang diperoleh terdiri dari data karakteristik pasien, data klinis pasien dan data penggunaan antibotik. Berdasarkan pola bakteri yang diperoleh bakteri A. baumanii, K. pneumonia, P. aeruginosa, E. coli dan S. maltophilia menjadi penyebab patogen terbanyak infeksi pneumonia nosokomial. Meropenem menjadi jenis antibiotik terbanyak yang digunakan baik secara monoterapi dan kombinasi, serta mengalami peningkatan resistensi pada tahun 2020-2021 dibandingkan 2019-2020. Evaluasi kualitatif terhadap kualitas penggunaan antibiotik menggunakan metode Gyssen di RSUP Dr.Hasan Sadikin memperoleh hasil 82% penggunaan antibotik yang tidak v rasional dan secara signifikan memiliki hubungan terhadap suhu (p-value 0,000), leukosit (p-value 0,010) dan kejadian sepsis (p-value 0,049). Berdasarkan analisis multivariat diperoleh beberapa faktor resiko seperti gangguan ginjal (p-value 0,005), syok sepsis (p-value 0,017) dan kategori IVA, yaitu penggunaan antibiotik yang tidak efektif (p-value 0,027) secara signifikan berkaitan terhadap mortalitas pasien infeksi pneumonia nosokomial.
Kata kunci: infeksi pneumonia nosokomial, rasionalitas antibiotik, Gyssen, evaluasi kualitatif antibotik, mortalitas
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






