Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4440- Hubungan Konsumsi Suplemen Zat Besi Saat Kehamilan Terhadap Berat Badan Lahir Rendah Berdasarkan Data Indonesian Family Life Survey (IFLS-5) (Tsabitta Hasya Islamy; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Neily Zakiyah, M.Sc., Ph.D)


Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan kondisi ketika bayi lahir memiliki berat badan kurang dari 2.5 kg. Hal ini berdampak pada pertumbuhan dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202301324440Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4440
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4440
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan kondisi ketika bayi lahir memiliki berat badan kurang dari 2.5 kg. Hal ini berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan bayi yang disebabkan dari kondisi selama kehamilan. Salah satu mineral yang perlu diperhatikan adalah zat besi saat hamil. Zat besi diketahui dapat membantu menyempurnakan perkembangan fetoplacental. Dengan itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi suplemen zat besi saat kehamilan terhadap kejadian berat badan lahir rendah di Indonesia menggunakan data sekunder dari IFLS-5. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dan menganalisis 46,395 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis juga disesuaikan dengan variabel perancu yang berkaitan dengan variabel bebas dan variabel terikat. Analisis yang dilakukan melingkupi analisis deskriptif, analisis bivariate, dan analisis multivariate dengan uji regresi logistik biner menggunakan aplikasi STATA. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden yang tidak mengonsumsi suplemen zat besi saat kehamilan memiliki probabilitas 3.989 kali lebih besar (aOR = 3.989; 95%CI = 1.493-10.652; p-value = 0.006) secara signifikan melahirkan bayi dengan BBLR setelah disesuaikan dengan variabel perancu. Oleh sebab itu, penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen zat besi dapat mengurangi kemungkinan lahirnya bayi dengan kondisi BBLR. Diharapkan, tenaga kesehatan khususnya apoteker mampu melakukan promosi kesehatan terkait pentingnya mengonsumsi suplemen zat besi saat kehamilan.
    Kata kunci : Berat Badan Lahir Rendah, Suplemen Zat Besi, Kehamilan, IFLS-5, Indonesia
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi