
Text
4439- Tingkat Pengetahuan, Persepsi, dan Kesediaan Untuk Menggunakan Telepharmacy Pada Masyarakat Umum di Kota Bandung (Chairani Putri Susanti; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Ivan Surya Pradipta, M.Sc., Ph.D)
Telepharmacy merupakan suatu pelayanan kefarmasian yang disediakan melalui telekomunikasi jarak jauh. Dalam pengembangannya, diperlukan informasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230131 4439 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4439Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4439Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Telepharmacy merupakan suatu pelayanan kefarmasian yang disediakan melalui telekomunikasi jarak jauh. Dalam pengembangannya, diperlukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Penelitian ini mengevaluasi faktor-faktor yang berkaitan dengan pengetahuan, persepsi, dan kesediaan masyarakat umum di Kota Bandung untuk menggunakan telepharmacy. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang diterjemahkan dan disesuaikan dari penelitian sebelumnya secara online dan offline di Kota Bandung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, analisis bivariat (chi-square), dan analisis multivariabel (regresi logistik biner). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 160 orang responden, 96,3% responden memiliki persepsi positif dan 88,1% responden bersedia untuk menggunakan telepharmacy, meskipun 66,3% dari responden tersebut memiliki pengetahuan yang rendah terkait telepharmacy. Hasil analisis bivariat menunjukkan hanya variabel tingkat pendidikan yang berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat Kota Bandung terkait telepharmacy. Sementara hasil analisis multivariabel menunjukkan hanya variabel durasi penggunaan smartphone > 5 jam yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kesediaan masyarakat umum Kota Bandung untuk menggunakan telepharmacy, dimana responden yang menggunakan smartphone selama > 5 jam sehari memiliki kemungkinan untuk bersedia menggunakan telepharmacy 4,998 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang menggunakan smartphone < 1 jam sehari. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas masayarakat umum Kota Bandung memiliki persepsi yang positif dan bersedia untuk menggunakan telepharmacy meskipun memiliki tingkat pengetahuan yang rendah terkait telepharmacy. Selain itu, hanya variabel durasi penggunaan smartphone kategori penggunaan > 5 jam sehari yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kesediaan masyarakat umum Kota Bandung untuk menggunakan telepharmacy.
Kata kunci: Telepharmacy, tingkat pengetahuan, persepsi, kesediaan, masyarakat.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






