
Text
4429- Formulasi dan Uji Iritasi Akut Dermal Sediaan Krim Telon Bayi Dengan Aktivitas Repelen dan Antibakteri (Maziyatunisa Zahrati; Dr. Yoga Windhu Wardhana, M.Si; Dr. Rini Hendriani, M.Si)
Kosmetika bayi adalah sediaan kosmetik yang diformulasikan untuk bayi, salah satunya yaitu minyak telon. Minyak telon terdiri dari tiga jenis minyak, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230116 4429 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4429Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4429Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kosmetika bayi adalah sediaan kosmetik yang diformulasikan untuk bayi, salah satunya yaitu minyak telon. Minyak telon terdiri dari tiga jenis minyak, yaitu minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak kelapa. Penambahan minyak lavender dapat menambah khasiat pada minyak telon. Formulasi minyak telon dikembangkan menjadi sediaan krim yang lebih mudah diaplikasikan serta memiliki tampilan yang menarik. Sebelum diedarkan ke masyarakat, suatu produk harus dilakukan pengujian iritasi untuk menilai keamanan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi terbaik krim telon bayi dengan aktivitas repelen dan antibakteri yang terjaga keamanannya. Metode penelitian meliputi formulasi krim dengan variasi pengemulsi cetyl ester wax dan glyceryl stearate pada F1 hingga F4 berturut-turut yaitu (1:4; 1,43:3,57; 1,87:3,13; 2,3:2,7), evaluasi krim (organoleptik, tipe emulsi, pH, viskositas, dan daya sebar), optimasi formula krim, serta pengujian stabilitas, pengujian aktivitas repelen, aktivitas antibakteri, dan pengujian iritasi akut dermal pada formula optimum. Hasil formulasi krim dari keempat formula memenuhi persyaratan organoleptik, tipe emulsi, pH dan viskositas, namun hanya formula 4 yang memenuhi persyaratan daya sebar yang baik. Hasil pemilihan formula optimum berdasarkan parameter pH, viskositas, dan daya sebar yaitu F4 dengan perbandingan cetyl ester wax : glyceryl stearate (2,3:2,7). Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa sediaan memenuhi persyaratan organoleptik, tipe emulsi, pH, dan viskositas tetapi tidak memenuhi persyaratan daya sebar. Hasil uji aktivitas repelen terhadap Aedes aegypti diperoleh persen daya proteksi sebesar 83,61% selama 6 jam. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus diperoleh diameter zona hambat sebesar 4,836±0,19 mm. Hasil uji iritasi akut dermal terhadap kelinci albino menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi dengan nilai indeks iritasi primer sebesar 0. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formula terbaik sediaan krim telon bayi berdasarkan hasil optimasi yaitu F4 yang diketahui memiliki aktivitas repelen dengan daya proteksi 83,61% dan aktivitas antibakteri yang tergolong lemah serta dinilai aman dengan kategori sangat ringan.
Kata kunci: Minyak telon, krim, aktivitas repelen, iritasi akut dermal
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






