
Text
4428- Analisis Farmakofor dan Penambatan Molekuler Metabolit Sekunder Daun Miana (Plectranthus scutellarioides (L) R.Br) Terhadap Plasmepsin V dan Plasmepsin X Sebagai Kandidat Antimalaria (Salsabila Rahmadinna; Dr. Ami Tjitraresmi, M.Si; Dr. Ida Musfiroh, M.Si)
Malaria merupakan penyakit endemik yang masih tinggi tingkat kasusnya secara global termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes RI pada tahun ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230115 4428 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4428Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4428Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Malaria merupakan penyakit endemik yang masih tinggi tingkat kasusnya secara global termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes RI pada tahun 2021, terdapat sebanyak 304.607 kasus malaria yang terjadi di Indonesia. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 19,9%. Adanya strain Plasmodium yang resisten terhadap obat malaria mengharuskan pencarian dan pengembangan target obat antimalaria yang baru. Plasmepsin V dan Plasmepsin X merupakan enzim yang terlibat dalam proses degradasi hemoglobin inang parasit Plasmodium sehingga dapat dijadikan target obat yang potensial untuk antimalaria. Daun miana (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) telah lama digunakan sebagai obat malaria secara tradisional di beberapa daerah di Indonesia dan telah diketahui memiliki aktivitas antiplasmodium. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan senyawa lead yang memiliki aktivitas inhibisi terhadap enzim Plasmepsin V dan Plasmepsin X. Penelitian ini dilakukan melalui uji in silico menggunakan metode skrining farmakofor, simulasi penambatan molekuler, analisis senyawa menggunakan aturan Lipinski, serta identifikasi farmakokinetik dan toksisitas senyawa dengan prediksi ADMET. Dari hasil penelitian didapatkan fitur farmakofor yang berperan dalam reseptor Plasmepsin V yaitu gugus hidrofobik, akseptor ikatan hidrogen, serta donor ikatan hidrogen. Senyawa yang memiliki fitur farmakofor tersebut dan nilai afinitas terbaik berdasarkan penambatan molekuler yaitu senyawa Scutellarioidone B dengan ΔG sebesar -9,39 kkal/mol. Sedangkan pada Plasmepsin X, fitur farmakofor yang berperan yaitu gugus hidrofobik, akseptor ikatan hidrogen, serta donor ikatan hidrogen. Senyawa yang memiliki fitur farmakofor tersebut dan nilai afinitas terbaik berdasarkan penambatan molekuler yaitu senyawa Koleon G dengan ΔG sebesar -8.34 kkal/mol. Scutellarioidone B dan Koleon G memiliki sifat fisikokimia yang baik dengan memenuhi aturan Lipinski. Koleon G juga memiliki profil farmakokinetik serta toksisitas yang baik berdasarkan ADMET, sedangkan Scutellarioidone B kurang baik dalam permeabilitas sel Caco2 dan terikat kuat dengan protein plasma.
Kata kunci: Plasmepsin V, Plasmepsin X, daun miana (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.), in silico
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






