Text
Robohnya Surau Kami karya A.A.Navis: Tinjauan Semiotik Budaya
ERA sebelum Pujangga Baru, Sastra Indonesia yang ketika itu disebut dengan istilah Sastra Melayu, umumnya berbentuk dongeng dan fabel. Selepas era ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FIB008066 401.41 SUL r Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB008067 401.41 SUL r Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB008065 401.41 SUL r Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB008071 401.41 SUL r Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 401.41 SUL rPenerbit Unpad Press : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik viii, 165 hlm; ind., biblio; 23 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 9786028743525Klasifikasi 401.41Tipe Isi textTipe Media -Tipe Pembawa -Edisi Ed. 1, Cet.1Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
ERA sebelum Pujangga Baru, Sastra Indonesia yang ketika itu disebut dengan istilah Sastra Melayu, umumnya berbentuk dongeng dan fabel. Selepas era itu, yang umumnya bertema cerita "istana sentris" berubah dengan suasana baru dengan munculnya pengarang Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi dengan menulis biografi, kisah perjalanan, dan kehidupan seharian masyarakat biasa. Pujangga Baru yang dimotori para penulis yang bekerja di Balai Pustaka dengan latar belakang berprofesi sebagai guru, memperkenalkan bentuk sastra yang baru berupa roman, novel dan puisi bebas. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






