Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4410- Efek Dosis Tunggal Ekstrak Lemna Aequinoctialis Terhadap Bobot Badan, Bobot Relatif, dan Makropatologi Hati dan Ginjal Mencit Betina Galur BALB/C (Afina Khoirunnisa; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Prof. Dr. Sri Adi Sumiwi, MS)


Obat herbal umumnya diasumsikan aman atau memiliki toksisitas rendah karena telah digunakan secara empirik terbukti tidak membahayakan, namun ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202300954410Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4410
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4410
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Obat herbal umumnya diasumsikan aman atau memiliki toksisitas rendah karena telah digunakan secara empirik terbukti tidak membahayakan, namun demikian, penelitian terkini menunjukkan bahwa beberapa obat herbal berefek samping pada hewan.
    Oleh karena itu, untuk menjamin keamanan obat dan obat herbal, perlu dilakukan uji toksisitas akut sesuai dengan Peraturan Kepala Badan POM No. 7/2014. Salah satu tanaman yang telah diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antifungal, antibakteri, antikandida, antimikroba, diuretik, dan antipruritik adalah lemna atau kiambang atau
    duckweed. Pengujian keamanan dilakukan untuk melengkapi profil toksisitas ekstrak lemna sebagai sediaan farmasi. Ekstrak lemna yang telah dikentalkan kemudian berikan dengan dosis tunggal 300 mg/kgBB dan 2000 mg/kgBB pada mencit betina galur Balb/C, selanjutnya dilakukan skrining farmakologi pada 0, 30 menit, 1 jam, 4 jam, dan 24 jam setelah pemberian sediaan uji, dan dilanjutkan
    pengamatan selama 14 hari. Hasil uji dianalisis menggunakan ANAVA dan/atau Kruskal-walis. Pada hari ke 15 semua hewan uji dikorbankan serta organ hati dan ginjal diambil untuk dianalisis secara makroskopik. Hasil yang didapatkan adalah ekstrak L. aequinoctialis dosis tertinggi yang diujikan yakni 2000 mg/kgBB tidak terdapat kematian, maka dapat diasumsikan bahwa LD50 adalah >2000
    mg/kgBB. Ekstrak L. aequinoctialis dosis 2000 mg/kgBB menunjukkan hasil normal pada skrining farmakologi dan tidak ada pengaruh terhadap sistem saraf pusat maupun otonom, menurunkan bobot badan secara signifikan pada hari ke 7 namun diperkirakan adanya efek rebound sehingga bobot badan naik kembali pada hari ke 14, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada bobot relatif organ, dan tidak terdapat patologis makroskopik organ.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi