Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4409- Upaya Peningkatan Kelarutan Karvedilol Dengan Teknik Multikomponen Kristal Menggunakan Koformer Arginin dan Glisin (Wuri Ariestika Sari; Dr. Iyan Sopyan, M.Si; Dr. Sandra Megantara, M.Farm)


Karvedilol adalah obat penghambat β-adrenergik nonselektif yang diindikasikan dalam pengelolaan penyakit kardiovaskular. Karvedilol termasuk ke ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202300934409Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4409
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4409
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Karvedilol adalah obat penghambat β-adrenergik nonselektif yang diindikasikan dalam pengelolaan penyakit kardiovaskular. Karvedilol termasuk ke dalam BCS kelas II yang menyebabkan rendahnya kelarutan dan ketersediaan hayati karvedilol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan karvedilol melalui pendekatan multikomponen kristal. Metode yang dilakukan meliputi studi interaksi in silico karvedilol dengan koformer, pembuatan multikomponen kristal dengan metode solvent evaporation menggunakan koformer arginin dan glisin dengan perbandingan mol masing-masing 1:1, 1:2, dan 2:1 untuk setiap koformer, uji kelarutan jenuh, uji disolusi, dan karakterisasi yang terdiri dari evaluasi FTIR, DSC, dan PXRD. Hasil studi in silico menunjukkan terbentuknya 1 ikatan hidrogen pada karvedilol-arginin dengan jarak ikatan 1,939 Å dan 2 ikatan hidrogen pada karvedilol-glisin dengan jarak ikatan 2,241 dan 2,045 Å. Multikomponen kristal CVD:GLY perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 memberikan peningkatan kelarutan yaitu berturut-turut meningkat sebanyak 1,9 kali (3,59 ppm), 2,6 kali (4,89 ppm), dan 2,5 kali (4,80 ppm) yang dibandingkan kelarutan karvedilol murni (1,88 ppm). Sedangkan, multikomponen kristal CVD:ARG perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 tidak menunjukkan peningkatan kelarutan dengan kelarutan berturut-turut 1,778 ppm, 1,832 ppm, 1,81 ppm. Multikomponen kristal CVD:GLY (1:2) memberikan profil disolusi yang terbaik, dengan % disolusi sebesar 86,03% pada medium HCl pH 1,45 dan 29,5% pada medium dapar fosfat pH 6,8. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan terjadinya pergeseran puncak pada spektrum FTIR, evaluasi DSC menunjukkan penurunan titik leleh dan entalpi, dan difraktogram PXRD menunjukkan terdapat puncak baru serta penurunan % kristalinitas multikomponen kristal CVD:GLY (1:2) yang mengindikasikan adanya pembentukan fasa padat baru bila dibandingkan dengan karvedilol murni. Kelarutan dan disolusi multikomponen kristal CVD:GLY berhasil meningkat dibandingkan dengan karvedilol murni, multikomponen kristal CVD:GLY (1:2) memberikan profil kelarutan dan disolusi yang paling baik dibandingkan perbandingan lainnya.
    Kata kunci : kelarutan; karvedilol; multikomponen kristal; arginin; glisin
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi