
Text
4384- Pengaruh Resistensi Doksorubisin Pada Lini Sel Kanker Payudara MDA-MB-231 Terhadap Level Ekspresi SNAIL, PMEPAI, dan TG1F1 (Alisha Zahra Salsabila; Riezki Amalia, M.S., Ph.D; Miski Aghnia Khairinisa, M.Biomed, Sc., Ph.D)
Kanker payudara adalah masalah kesehatan yang mempengaruhi wanita di seluruh dunia dan telah menjadi penyebab kematian kedua terbanyak terkait ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230052 4384 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4384Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4384Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker payudara adalah masalah kesehatan yang mempengaruhi wanita di seluruh dunia dan telah menjadi penyebab kematian kedua terbanyak terkait kanker. Sebagian besar kematian disebabkan oleh resistensi kemoterapi, khususnya doksorubisin. Aktivasi persinyalan TGF-β berhubungan dengan terjadinya resistensi kemoterapi di berbagai jenis kanker, terutama kanker payudara. Peningkatan ekspresi gen yang dimediasi oleh TGF-β pada pasien dapat memperburuk kondisi sel kanker karena memicu resistensi obat. Beberapa ekspresi gen tersebut adalah SNAIL, PMEPA1, dan TGIF1. Pada penelitian ini dilakukan uji pengaruh resistensi lini sel kanker payudara MDA-MB-231 terhadap ketiga gen tersebut dengan β-ACTIN sebagai gen housekeeping. Hasil dari uji sitotoksisitas doksorubisin terjadi peningkatan nilai IC50 doksorubisin dari 0,509 ppm menjadi 6,886 ppm. Hasil RT-qPCR menunjukkan adanya peningkatan ekspresi SNAIL, PMEPA1, dan TGIF1 yang signifikan. Namun, ekspresi TGIF1 tidak signifikan pada pemberian doksorubisin siklus tiga.
Kata kunci: kanker payudara, resistensi doksorubisin, MDA-MB-231, TGF-β
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






