
Text
T270- Peningkatan Kelarutan dan Disolusi Ramipril Dengan Teknik KO-AMORF (Febrina Aulia Dewi; Prof. Taofik Rusdiana, M.Si., Ph.D; Dr. Iyan Sopyan, M.Si)
Ramipril merupakan obat golongan ACE inhibitor yang diindikasikan untuk terapi hipertensi, gagal jantung kongestif, dan nefropati, yang memiliki ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230048 T270 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T270Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T270Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Ramipril merupakan obat golongan ACE inhibitor yang diindikasikan untuk terapi hipertensi, gagal jantung kongestif, dan nefropati, yang memiliki kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah. Pada penelitian ini, dilakukan upaya peningkatan kelarutan ramipril dengan teknik ko-amorf menggunakan l-arginine, asam tartarat, asam tanat dan sakarin sebagai koformer dengan perbandingan rasio molar 1:1. Preparasi dilakukan dengan metode solvent evaporation, menggunakan pelarut metanol. Skrining koformer diprediksi menggunakan software AutoDock dan PyRx. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji kelarutan jenuh, uji disolusi partikulat, uji kadar, dan uji profil stabilitas fisik. Tahapan karakterisasi yang digunakan adalah Powder X-Ray Diffraction (PXRD), Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan Fourier Transfer Infra-Red (FTIR). Berdasarkan termogram DSC dan difraktogram PXRD, kondisi amorf belum tercapai. Namun memberikan pola difraktogram yang berbeda dibandingkan dengan komponen penyusunnya, dimana terdapat penurunan persentase kristalinitas sebesar 30,88%. Pada termogram DSC, terjadi pelebaran dan pergeseran puncak endotermik. Berdasarkan spektrum FTIR, teramati adanya pergeseran puncak pada bilangan gelombang 1600-1750 cm-1 dan 3000-3750 cm-1. Hasil karakterisasi menunjukkan pembentukan ke arah kristal multikomponen. Hasil evaluasi kelarutan menunjukkan bahwa komposisi koformer l-arginine (1:1) memiliki kelarutan yang paling baik, dengan peningkatan kelarutan sebanyak 13,42 kali lipat dan peningkatan laju disolusi dalam media dapar fosfat pH 6,8. Profil stabilitas fisik ramipril-l-arginine (1:1) pada dua kondisi (suhu 30°C;RH 75% dan suhu 40°C;RH 75%) diamati melalui PXRD selama 30 hari. Hasil menunjukkan tidak adanya perubahan pola difraktogram yang signifikan. Ketidakberhasilan kondisi amorf yang terbentuk diduga karena masih terkandungnya pelarut dalam campuran sistem yang memicu nukleasi. Adapun peningkatan kelarutan dan disolusi ramipril yang terjadi diduga disebabkan oleh adanya penurunan kristalinitas dan pembentukan interaksi molekuler berupa ikatan hidrogen.
Kata kunci : ramipril, kelarutan, ko-amorf, kristal multikomponen -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






