
Text
T269- Desain, Formulasi, dan Evaluasi Tablet Kristal Multikomponen Karvedilol (Muhamad Reza Pahlevi; Dr. Iyan Sopyan, M.Si; Dr. Dolih Gozali, MS)
Bentuk sediaan obat yang paling banyak tersedia di pelayanan kefarmasian yaitu bentuk sediaan yang diberikan melalui rute oral. Faktor yang harus ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230043 T269 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T269Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T269Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Bentuk sediaan obat yang paling banyak tersedia di pelayanan kefarmasian yaitu bentuk sediaan yang diberikan melalui rute oral. Faktor yang harus diperhatikan bentuk sediaan dengan rute oral yaitu sifat dari bahan aktif farmasi seperti kelarutan dan permeabilitas. Bahan aktif farmasi yang memiliki kelarutan buruk menyebabkan nilai disolusi rendah, sehingga efektivitas terapi suatu obat menjadi kurang maksimal karena adanya hambatan dalam proses absorbsi. Karvedilol termasuk ke dalam BCS kelas II yang memiliki kelarutan yang buruk dengan nilai bioavailabilitas 25-30%, memiliki kompresibilitas, dan sifat alir yang buruk. Teknik kristal multikomponen dapat memperbaiki sifat fisikokimia dalam aspek kelarutan, disolusi, kompresibilitas, tabletility dan menutupi kekurangan maupun keterbasan pada teknik lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memilih koformer dan memprediksi interaksi yang terjadi melalui skrining in silico, menemukan koformer yang terbaik dalam meningkatkan kelarutan, disolusi, dan sifat alir, menemukan formula terbaik dan membandingkan profil disolusi dengan produk komparator. Metode yang digunakan dalam preparasi kristal multikomponen yaitu solvent evaporation dan pembuatan tablet dengan metode kempa langsung dan menggunakan formula yang didesain oleh design expert menggunakan bahan aktif obat kristal multikomponen CVD-Urea 1:1 dan telah dikonfirmasi dengan PXRD, DSC, dan FTIR. Hasil skrining in silico didapat 2 koformer terjadi ikatan hidrogen dan 14 koformer lainnya terjadi interaksi π-π dengan karvedilol. Kristal multikomponen (CVD-Tartaratat 1:1) memberikan peningkatan kelarutan sebanyak 225x dibandingkan karvedilol murni dan (CVD-Urea 1:1) memberikan laju disolusi selama 60 menit yaitu 100,68±0,77 %. Kristal multikomponen (CVD-Urea 1:1) memberikan sifat alir yang lebih baik dibandingkan karvedilol murni, dan F6 memberikan profil disolusi (92,71±0,6 %) dan waktu hancur (33,83±0,75 detik) yang lebih baik dibandingkan formula lainnya. Profil disolusi terbanding produk uji pada pH 1,2 ; 4,5 dan 6,8 masing-masing mendapatkan nilai f2 yaitu 65,89 ; 61,30 dan 47,20. Teknik kristal multikomponen berhasil memperbaiki sifat alir, kelarutan, dan disolusi karvedilol. Diantara semua formulasi tablet, F6 memiliki waktu hancur dan laju disolusi yang lebih baik dan F6 (Produk uji) bersifat tidak similar dengan produk komparator.
Kata Kunci: Karvedilol, Solvent Evaporation, Kelarutan, Disolusi, Simplex Lattice Design, Tablet, Disolusi Terbanding
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






