
Text
4364- Stabilitas Sediaan Oftalmik Gel In Situ Kloramfenikol Ditinjau dari Profil Pelepasan Obat Secara In Vitro (Fira Burhanisa Irawan; Dr. Iyan Sopyan, M.Si; Insan Sunan K., S.Si., M.KM)
Sediaan oftalmik gel in situ merupakan sistem penghantaran obat baru berbasis polimer yang berbentuk cair pada kondisi penyimpanan dan akan berubah ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230023 4364 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4364Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2021 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4364Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Sediaan oftalmik gel in situ merupakan sistem penghantaran obat baru berbasis polimer yang berbentuk cair pada kondisi penyimpanan dan akan berubah bentuk menjadi gel pada saat kontak dengan permukaan okular sehingga memperpanjang waktu kontak obat dan menghasilkan bioavaibilitas okular yang tinggi. Studi formulasi dan evaluasi sediaan oftalmik gel in situ kloramfenikol yang telah dilakukan menunjukkan bahwa formula dengan kombinasi basis poloxamer 407 (5%) dan HPMC (0.45 %) sebagai formula optimal sehingga dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut, yaitu uji stabilitas. Uji stabilitas dilakukan untuk melihat kualitas, efikasi dan keamanan obat yang ditinjau dari berbagai aspek termasuk profil pelepasan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas sediaan oftalmik gel in situ kloramfenikol dengan kombinasi basis Poloxamer 407 (5%) dan HPMC (0,45%) pada variasi kondisi penyimpanan selama 90 hari yang ditinjau dari segi profil pelepasan obat secara in vitro. Pengujian stabilitas pada penelitian ini dilakukan pada kondisi penyimpanan yang berbeda, yaitu suhu ruang (250C ± 20C, 60% RH ± 5%) dan suhu esktrem (400C ± 20C /75% RH ± 5%) selama 90 hari, sedangkan metode yang digunakan dalam uji pelepasan obat secara in vitro adalah metode difusi franz dengan membran sintetis. Hasil yang didapatkan kemudian dianalisis melalui software SPSS dengan metode Kruskal – Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan oftalmik gel in situ Kloramfenikol mengalami penurunan persen pelepasan obat yang signifikan dari 70.869% pada hari ke-0 menjadi 66.989 % pada hari ke -90 untuk kondisi penyimpanan suhu ruang (250C ± 20C, 60% RH ± 5%) dan 63.148 % pada hari ke-90 untuk suhu ekstrim (400C ± 20C /75% RH ± 5%). Sedangkan kinetika pelepasan yang dihasilkan pada sediaan gel in situ kloramfenikol di kedua kondisi penyimpanan adalah model korsmeyer-peppas dengan mekanisme transport anomali. Dapat disimpulkan bahwa sediaan gel in situ kloramfenikol mengalami penurunan persen kumulatif pelepasan obat yang signifikan pada kedua kondisi penyimpanan, namun tidak mengalami perubahan kinetika pelepasan selama 90 hari masa penyimpanan sehingga sediaan oftalmik gel in situ kloramfenikol memiliki stabilitas yang cukup stabil.
Kata kunci: Gel in situ, Kloramfenikol, Stabilitas, Poloxamer 407, HPMC, in vitro.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






