
Text
4358- Analisis Hubungan Partisipasi Masyarakat Dengan Penggunaan Fasilitas Kesehatan Formal dan Informal Pada Pasien Depresi di Indonesia (Clara Fernanda Kusuma; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D)
Depresi adalah gangguan mood umum namun serius yang memengaruhi aktivitas sehari-hari penderita serta seringkali tidak diobati dengan tepat. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230015 4358 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4358Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4358Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Clara Fernanda Kusuma -
Depresi adalah gangguan mood umum namun serius yang memengaruhi aktivitas sehari-hari penderita serta seringkali tidak diobati dengan tepat. Informasi kesehatan terkait pengobatan yang bisa didapatkan dalam suatu komunitas dapat mempengaruhi perilaku pencarian pengobatan ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui hubungan partisipasi masyarakat dengan penggunaan fasilitas kesehatan formal dan informal pada pasien depresi di Indonesia. Digunakan desain studi observasional metode cross-sectional untuk menganalisis 2,383 responden berdasarkan data sekunder IFLS-5. Analisis yang dilakukan meliputi analisis deskriptif, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik biner menggunakan aplikasi software statistik STATA versi 17.0 serta dalam bentuk dua model masing-masing untuk fasilitas kesehatan formal dan informal. Hasil analisis penelitian pada model satu menunjukkan bahwa responden dengan partisipasi masyarakat kategori sedang memiliki probabilitas 0.71 kali lebih rendah [adjusted OR (aOR) = 0.71; 95% confidence interval (CI) = 0,53-0,96; nilai p (p-value)= 0,024] secara signifikan dan responden dengan kategori tinggi memiliki probabilitas 0.79 kali lebih rendah (aOR = 0.79; 95% CI = 0.54-1.15; nilai p = 0,219) untuk menggunakan fasilitas kesehatan formal dibandingkan responden dengan partisipasi masyarakat kategori rendah. Pada hasil analisis model dua, responden dengan partisipasi masyarakat kategori sedang memiliki probabilitas 1.50 kali lebih tinggi (aOR: 1.50; 95% CI 1.19-1.89; nilai p 0.001) secara signifikan dan responden dengan kategori tinggi memiliki probabilitas 1.61 kali lebih tinggi (aOR: 1.61; 95% CI 1.2-2.15; nilai p 0.002) untuk menggunakan fasilitas kesehatan informal dibandingkan responden dengan partisipasi masyarakat kategori rendah. Dapat disimpulkan bahwa responden dengan partisipasi masyarakat kategori sedang dan tinggi berisiko lebih tinggi menggunakan pelayanan rawat jalan fasilitas kesehatan informal daripada fasilitas kesehatan formal. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan termasuk apoteker dapat memberikan edukasi mengenai kesehatan jiwa kepada masyarakat dan pentingnya pengobatan depresi ke fasilitas kesehatan formal seperti psikolog dan psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa.
Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Fasilitas Kesehatan Formal, Fasilitas Kesehatan Informal, Depresi, Sosiodemografi, IFLS-5, Indonesia
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






