
Text
4334- Analisis Sub Fraksi Aktif (F.EA-D) Penghambat Polimerisasi Heme Daun Miana (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) Dengan Metode Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (Indah Milenia Hermawan; Ami Tjitraresmi, M.Si; Intan Timur Maisyarah, M.Si., Ph.D)
Miana (P. scutellarioides (L.) R. Br.) merupakan salah satu tanaman yang berasal dari famili Lamiacaea. Secara etnofarmasi, daun miana banyak ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20220175 4334 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4334Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4334Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Miana (P. scutellarioides (L.) R. Br.) merupakan salah satu tanaman yang berasal dari famili Lamiacaea. Secara etnofarmasi, daun miana banyak dimanfaatkan dalam pengobatan salah satunya malaria. Malaria saat ini menjadi permasalahan global dengan tingkat kematian cukup tinggi di dunia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi etil asetat daun miana memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi heme. Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui bahwa subfraksi D dari fraksi etil asetat memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi heme dengan nilai IC50 lebih kecil dibandingkan dengan klorokuin fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder subfraksi D dari fraksi etil asetat dengan menggunakan instrumentasi Liquid Chromatography-Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Kromatografi LC-MS/MS merupakan analisis yang menggunakan gabungan antara kromatografi cair dengan spektrometri massa. Ekstrak etanol difraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksana, etil asetat, n-butanol, dan air. Fraksi etil asetat dipisahkan dengan kromatografi cair vakum menggunakan sistem pelarut n-heksana-etil asetat dan etil asetat-metanol dan menghasilkan lima gabungan subfraksi (F.EA-A hingga F.EA-E). F.EA-D dengan nilai IC50 0,19 mg/kgBB dianalisis dengan metode LC-MS/MS dan menunjukkan adanya tujuh metabolit sekunder yaitu robinetin, baikalein-7-O-β-D metil asam glukopiranosid, iridin, kaemferol 3-O-β-D- glukuronopiranosil metil ester, 5-hidroksi-2-hidroksimetilpiridin, gentianine, dan piperolaktam-C7:1 (6E).
Kata Kunci: Miana, malaria, fraksi etil asetat, kromatografi LC-MS/MS
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






