
Text
4305- Sintesis Molecular Imprinted Polymer Salbutamol Dengan Monomer Asam Metakrilat dan Cross Linker Trimetilpropana Trimetakrilat (TRIM) Melalui Polimerisasi Suspensi (Nisa Safitri; Dr. Aliya Nur Hasanah, M.Si; Dr. Rimadani Pratiwi, M.Si)
Salbutamol adalah satu satu obat golongan agonis beta-2, yang digunakan untuk meredakan gejala asma melalui mekanisme bronkodilatasi. Tetapi obat ini ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20220127 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil -Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2021 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Salbutamol adalah satu satu obat golongan agonis beta-2, yang digunakan untuk meredakan gejala asma melalui mekanisme bronkodilatasi. Tetapi obat ini sering kali disalahgunakan seperti digunakan untuk meningkatkan performa atlet serta digunakan secara ilegal untuk memacu pertumbuhan pada hewan penghasil daging. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode selektif dan sensitif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi salbutamol. Metode yang dapat dikembangkan adalah Molecular Imprinted Polymer (MIP), yaitu suatu polimer yang dapat digunakan pada proses preparasi analisis suatu obat karena sifatnya yang selektif serta sensitif terhadap obat yang dikehendaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja analitik serta karakteristik MIP salbutamol yang dibuat dengan monomer asam metakrilat dan cross-linker trimetilpropana trimetakrilat melalui polimerisasi suspensi. Tahapan pada penelitian ini meliputi sintesis MIP dan NIP melalui polimerisasi suspensi, ekstraksi template dari MIP, dan pengujian kemampuan dan kapasitas adsorpsi, penentuan selektivitas sorben , serta karakterisasi MIP dan NIP menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Transmission Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (TEM-EDS). Molecular Imprinted Polymer (MIP) menunjukkan kinerja analitik yang lebih baik dibandingkan Non-Imprinted Polymer (NIP) dan selektif terhadap salbutamol bila dibandingkan dengan terbutalin dan salmeterol xinafoate dengan imprinting factor (IF) sebesar 1,2841. Hasil karakterisasi dengan FTIR dan TEM-EDS pada MIP dan NIP menunjukkan bahwa polimerisasi berhasil dilakukan. MIP dan NIP memiliki bentuk partikel sferis dengan diameter pada kisaran 10-100 μm. Berdasarkan hasil tersebut, MIP salbutamol berpotensi untuk dikembangkan menjadi metode untuk preparasi analisis salbutamol dari sampel biologis.
Kata kunci : salbutamol, asam metakrilat, trimetilpropana trimetakrilat, polimerisasi suspensi, molecular imprinted polymer.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






