Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4299- Determinan Penyakit Kardiovaskular Pada Populasi Lanjut Usia di Indonesia Berdasarkan Data Indonesian Family Life Survey (IFLS-5) (Sri Intan Zakaria; Neily Zakiyah, M.Sc., Ph.D; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D)


Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di dunia dan merupakan penyebab nomor satu di Indonesia. Persentase prevalensi tertinggi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202201204299Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4299
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4299
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di dunia dan merupakan penyebab nomor satu di Indonesia. Persentase prevalensi tertinggi terjadi pada populasi lansia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan determinan yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian penyakit kardiovaskular pada populasi lansia berdasarkan data IFLS 5. Studi observasional metode cross sectional digunakan dalam menganalisis 2906 responden berusia 60 tahun ke atas dan yang memenuhi kriteria inklusi yaitu memiliki data kebiasaan merokok, aktivitas fisik, pola diet, obesitas, riwayat hipertensi, DM, hiperkolesterolemia dan sosio-demografi. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, analisis bivariat dan regresi logistik biner untuk menentukan determinan dengan interpretasi dari Odds Ratio. Determinan penyakit kardiovaskular pada populasi lansia di Indonesia adalah riwayat tidak bekerja (OR: 1.901 [95% CI 1.303 – 2.771], p: 0.001), pendidikan dasar (OR: 2.806 [95% CI 1.388 – 5.671], p = 0.004), pendidikan menengah (OR: 3.762 [95% CI 1.642 – 8.619], p = 0.002), pendidikan atas (OR: 5.306 [95% CI 2.411 – 11.679], p = 0.000), pendidikan tinggi (OR: 6.621 [95% CI 2.841 – 15.428], p = 0.000), tinggal di wilayah perkotaan (OR: 2.104 [95% CI 1.424 – 3.107], p: 0.000), obesitas (OR: 1.562 [95% CI 1.073 – 2.274], p = 0.019), aktivitas fisik ringan (OR: 2.341 [95% CI 1.333 – 4.114], p = 0.003), aktivitas sedang (OR: 2.537 [95% CI 1.442 – 4.464], p = 0.001), pola diet tidak sehat (OR: 0.773 [95% CI 0.905 – 1.844], p = 0.158), hipertensi (OR: 4.275 [95% CI 2.962 – 6.170], p = 0.000), DM (OR: 2.815 [95% CI 1.705 – 4.649], p = 0.000), hiperkolesterolemia (OR: 3.031 [95% CI 1.884 – 4.874], p = 0.000). Determinan yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian penyakit kardiovaskular pada populasi lansia berdasarkan data IFLS 5 adalah riwayat pendidikan dasar hingga Pendidikan tinggi, tidak memiliki pekerjaan, tinggal di wilayah perkotaan, aktivitas fisik lebih ringan, obesitas, hipertensi, DM dan hiperkolesterolemia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan landasan untuk dilakukannya intervensi kesehatan dalam fokus menurunkan probabilitas dan mortalitas kejadian penyakit kardiovaskular pada lansia.
    Kata kunci: Determinan, kejadian penyakit kardiovaskular, lansia, IFLS
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi