
Text
4290- Analisis Kadar Vitamin K (VK1) Dalam Beberapa Jenis Sayuran Yang Dikonsumsi Pasien Pengguna Warfarin di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung (Gabriella Joan Caren; Norisca Aliza Putriana, M.Farm; Driyanti Rahayu, MT)
Terapi warfarin (antagonis vitamin K) merupakan salah satu terapi antikoagulan oral jangka panjang yang diberikan pada pasien dengan penyakit ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20220074 4290 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4290Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4290Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Terapi warfarin (antagonis vitamin K) merupakan salah satu terapi antikoagulan oral jangka panjang yang diberikan pada pasien dengan penyakit kardiovaskular. Variasi respon dan dosis warfarin antar individu dapat dipengaruhi oleh makanan yang mengandung vitamin K. Status vitamin K dalam tubuh yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah dapat menyebabkan ketidakstabilan respon antikoagulasi, sehingga asupan vitamin K pasien pengguna warfarin harus diatur agar stabil dan konsisten. Sumber utama asupan vitamin K dari makanan adalah sayuran, dimana bentuk vitamin K yang terkandung dalam sayuran merupakan vitamin K1. Hasil studi jenis sayuran yang menjadi asupan pasien pengguna warfarin di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung antara lain kol, sawi, selada, bayam, mentimun, wortel, tomat, kacang merah, kangkung, kentang, brokoli, oyong dan buncis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kadar vitamin K1 dalam beberapa jenis sayuran yang dikonsumsi pasien pengguna warfarin di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung serta tersedia secara komersil di tiga pasar induk di wilayah Bandung. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah KCKT detektor UV-Vis dengan fase gerak metanol 100%, laju alir 0.6 mL/menit, dan panjang gelombang 245 nm. Hasil penelitian didapatkan kadar vitamin K1 pada bayam (305,2868 ± 3,3058 μg/100 g - 970,7098 ± 14,1167 μg/100 g), kol (27,9531 ± 1,7487 μg/100 g - 217,0457 ± 7,2201 μg/100 g), sawi putih (56,7445 ± 0,1569 μg/100 g - 273,2828 ± 8,3061 μg/100 g), dan selada (38,4391 ± 15,2650 μg/100 g - 64,4419 ± 19,0315 μg/100 g). Pada penelitian ini, bayam diketahui sebagai sayuran dengan kandungan vitamin K1 tertinggi.
Kata kunci: Kadar, Vitamin K1, Sayuran, Warfarin
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






