Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4276- Isolasi Piperin dari Lada Putih (Piper nigrum L.) dan Pemanfaatannya Dalam Formulasi Sediaan Serum Kosmetik Antioksidan (Christina Damayanti; Raden Bayu Indradi, M.Si; Dr. Sriwidodo, M.Si)


Piperin merupakan alkaloid alami yang berperan sebagai fitokimia bioaktif utama dengan spektrum aktivitas yang luas. Salah satu aktivitas yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202200574276Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4276
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4276
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Piperin merupakan alkaloid alami yang berperan sebagai fitokimia bioaktif utama dengan spektrum aktivitas yang luas. Salah satu aktivitas yang dimiliki piperin adalah antioksidan. Piperin termasuk dalam antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 61.94 ± 0.054 μg/ml. Aktivitas tersebut dapat mencegah penuaan kulit akibat paparan radikal bebas dengan melindungi kolagen dan elastin pada kulit. Dengan aktivitas tersebut, piperin dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik antioksidan. Sediaan kosmetik yang dipilih berupa serum karena memiliki kemampuan menyerap lebih cepat dan menembus ke lapisan kulit yang terdalam. Dengan adanya kemampuan tersebut, dapat diperoleh hasil pemakaian yang lebih efektif dan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil isolasi piperin dari lada putih (Piper nigrum L.) serta formulasi dan evaluasi serum kosmetik yang dihasilkan. Isolasi piperin dilakukan dengan ekstraksi dari lada putih dengan metode soxhlet. Kemudian, dilanjutkan isolasi dengan rekristalisasi untuk mendapatkan kemurnian yang menghasilkan rendemen sebesar 4,30% untuk metode tanpa pemekatan dengan rotavapor dan 0,20% untuk metode dengan pemekatan menggunakan rotavapor. Dalam penelitian ini, diformulasikan serum kosmetik F1, F2, dan F3 yang dievaluasi dengan uji organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, dan sentrifugasi. Hasil formulasi yang paling optimal dimiliki oleh F3 dengan kandungan simulsol 165 2,2%; lanol 99 1%; DC 200/100 1%; polawax 1,2%; simulgel NS 1,5%; gliserin 10%; phenoxyethanol 0,5%; BHT 0,2%; propilenglikol 5%; citric acid 0,02%; larutan piperin 1,5%; dan air RO ad 100g. Serum kosmetik F3 dilakukan uji antioksidan yang mendapat hasil sebesar 28074,57 ppm (antioksidan sangat lemat). Serum kosmetik F3 dilakukan uji cemaran mikroba yaitu dengan uji angka lempeng total yang menghasilkan 40 x 102 dan uji angka kapang khamir yang menghasilkan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi