Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4270- Pengembangan Metode Analisis Deksametason Dalam Jamu di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor Dengan Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS (Adira Rahmawaty; Dr. Rimadani Pratiwi, M.Si; Dr. Aliya Nur Hasanah, M.Si)


Bahan kimia obat (BKO) yang ditemukan dalam obat tradisional seperti jamu bertujuan untuk menambahkan serta mempercepat efek terapi yang dirasakan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202200514270Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4270
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4270
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Bahan kimia obat (BKO) yang ditemukan dalam obat tradisional seperti jamu bertujuan untuk menambahkan serta mempercepat efek terapi yang dirasakan oleh para penggunanya. Salah satu contohnya adalah penambahan BKO deksametason dalam jamu pegal linu. Untuk mengetahui kandungan BKO deksametason dalam jamu tersebut dilakukan pengembangan metode analisis secara kuantitatif dengan reaksi pembentukan kompleks deksametason-hidroksilamin dengan fluoranil yang diukur dengan instrumen spektrofotometri UV-Vis yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan metode standarnya yaitu Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sampel jamu sebanyak 16 sampel diperoleh dari Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Hasil validasi spektrofotometri UV-Vis menunjukkan hasil yang baik dengan persamaan linear yang dibentuk dari konsentrasi 1-40 µg/mL yang menunjukkan nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,9965, LOD dan LOQ sebesar 0,21 µg/mL dan 0,64 µg/mL, %recovery untuk konsentrasi 80%,100%, dan 120% secara berturut-turut yaitu 100,14%±0,58; 98,35%±1,19; dan 99,00%±1,18, serta %RSD sebesar 0,75%. Hasil analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis, dari 16 sampel sebanyak 6 sampel terkonfirmasi mengandung BKO deksametason dengan rentang kadar 7,44 – 21,61 µg/mL. Metode tersebut telah dibandingkan dengan KCKT dan hasilnya menunjukkan bahwa kadar yang diperoleh sesuai dengan metode standar dengan rentang simpangan sebesar 0,00 – 0,25. Berdasarkan hal tersebut, metode analisis ini dapat digunakan dan menjadi metode alternatif untuk analisis BKO deksametason dalam jamu.
    Kata kunci : Deksametason, Fluoranil, Jamu, Spektrofotometri UV-Vis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi