Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4267- Formulasi dan Uji Penetrasi In Vitro Sediaan Krim A/m dari Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) (Ivanna Fauziyah Kusnadi; Raden Bayu Indradi, M.Si; Dr. Yoga Windhu Wardhana, M.Si)


Ekstrak ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki berbagai macam aktivitas, salah satu diantaranya adalah penyembuh luka. Berdasarkan pengujian oleh ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202200484267Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4267
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4267
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ekstrak ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki berbagai macam aktivitas, salah satu diantaranya adalah penyembuh luka. Berdasarkan pengujian oleh Abdul-Nasir-Deen, et al., (2020), ekstrak herba ciplukan dapat diformulasikan dalam bentuk krim dengan konsentrasi yang digunakan untuk penyembuh luka adalah 5% w/w. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekstrak ciplukan Physalis angulata L, profil penetrasi sediaan, pengaruh variasi enhancer dalam penetrasi dan formula terbaik krim A/M berdasarkan perangkat lunak Design Expert menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) dengan komponen yang divariasikan adalah propilenglikol dan gliserin sebagai enhancer. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan parameter ekstrak Physalis angulata L. diantaranya kadar flavonoid total (1,27%), kadar air (13%), kadar abu total (17,14%), dan kadar abu tidak larut asam (4,83%). Kemudian profil penetrasi yang paling baik dihasilkan oleh F7 dengan persentase sebesar 98,060% namun variasi konsentrasi enhancer propilen glikol dan gliserin yang digunakan pada setiap formula tidak memberikan perbedaan pengaruh terhadap hasil penetrasi secara statistika. Desain eksperimen simplex lattice design (SLD) yang digunakan menghasilkan 8 formula berdasarkan parameter respons pH, viskositas, dan daya sebar. Formulasi sediaan krim A/M yang dibuat yaitu F1 – F8 memenuhi persyaratan pH (4,5 – 6,5) dan viskositas (2.000 – 50.000 mPa.s), hanya saja tidak memenuhi parameter daya sebar yang baik (5 – 7 cm). Formula terbaik yang dihasilkan dari nilai respons ketiga parameter tersebut adalah formula dengan nilai desirability mendekati 1. Sehingga didapatkan formula terbaik dengan perbandingan propilenglikol dan gliserin 1:10, yaitu F2 dan F4 dan nilai desirability sebesar 0.798.
    Kata kunci: ekstrak ciplukan, krim A/M, uji penetrasi, simplex lattice design
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi