Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4253- Uji Sensitivitas Escherichia coli Resisten Isolat Klinis Infeksi Saluran Kemih Terhadap Fosfomisin Siprofloksasin dan Gentamisin (Garit De Nene Nada Bisturi; Dr. Tina Rostinawati, M.Si; Imam Adi Wicaksono, M.Si)


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari kombinasi antibiotik Fosfomisin-Siprofloksasin, Siprofloksasin-Gentamisin, dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202200304253Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4253
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4253
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari kombinasi antibiotik Fosfomisin-Siprofloksasin, Siprofloksasin-Gentamisin, dan Gentamisin-Fosfomisin terhadap Escherichia coli resisten isolat klinis infeksi saluran kemih. Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang utama dan terus meningkat, sehingga perlu adanya evaluasi dan saran terapi yang lebih baik untuk pasien ISK. Uji sensitivitas pada penelitian ini menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer serta analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian yang didapatkan berupa diameter zona hambat pada kombinasi fosfomisin-siprofloksasin sebesar 39,3 0,577 siprofloksasin-gentamisin sebesar 30,3 0,577 dan gentamisin-fosfomisin sebesar 39,3 0,577. Diameter zona hambat yang dihasilkan kemudian dilanjutkan dengan analisis data SPSS dengan uji Kruskal-Wallis dengan hasil signifikansi sebesar 0,004 yang nilainya lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H0 ditolak atau ada perbedaan yang nyata antara diameter zona hambat yang dihasilkan pada antibiotik tunggal dan kombinasi. Pada penelitian ini kombinasi antibiotik fosfomisin-siprofloksasin, siprofloksasin-gentamisin, dan gentamisin-fosfomisin memiliki efektifitas menghambat pertumbuhan bakteri E. coli resisten isolat klinis ISK secara in vitro, dengan semua kelompok termasuk ke dalam kategori susceptible dan kelompok yang menghasilkan diameter zona hambat paling besar adalah fosfomisin-siprofloksasin dan gentamisin-fosfomisin dengan nilai rata-rata diameter zona hambat 39,3 0,577.
    Kata Kunci: Resistensi antibiotik, Escherichia coli, difusi cakram Kirby-Bauer, Statistical Package for the Social Sciences (SPSS).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi