Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4252- Studi Tonisitas, Sterilitas dan Uji Iritasi Okular Sediaan Oftalmik Gel In Situ Kloramfenikol (Shindy Apriliany; Insan Sunan K., M.KM; Gofarana Wilar, Ph.D)


Sediaan oftalmik gel in situ merupakan sediaan yang akan mengalami transisi fase sol-to-gel pada permukaan okular sehingga memperpanjang waktu ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202200294252Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4252
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4252
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sediaan oftalmik gel in situ merupakan sediaan yang akan mengalami transisi fase sol-to-gel pada permukaan okular sehingga memperpanjang waktu tinggal obat dimana ketika sediaan ini diaplikasikan pada mata, sediaan ini akan berubah bentuknya menjadi gel. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tonisitas, sterilitas sediaan oftalmik gel in situ kloramfenikol serta mengetahui sediaan oftalmik gel in situ kloramfenikol dapat menimbulkan iritasi atau tidak. Metode meliputi formulasi dan pengujian. Formula yang diformulasikan merupakan hasil optimasi basis formula dengan desain eksperimen yang menghasilkan 9 variasi kombinasi basis antara poloxamer 407 dan HPMC dengan komposisi dalam persen (% b/v) sebagai berikut, F1(5;0,45), F2(7,5;0,45), F3(10;0,45), F4(5;0,725), F5(7,5;0,725), F6(10;0,725), F7(5;1), F8(7,5;1), F9(10;1). Pengujian yang dilakukan yaitu uji sterilitas, tonisitas dan iritasi okular. Pengujian sterilitas dengan menggunakan media pertumbuhan mikroorganisme TSB dan FTM, pengujian tonisitas menggunakan sel darah yang diamati di bawah mikroskop elektron, dan pengujian iritasi okular menggunakan metode uji Draize test pada kelinci albino. Hasil pengujian sterilitas menunjukan jika sediaan memenuhi persyaratan sterilitas yaitu tidak ada nya pertumbuhan mikroorganisme pada media pertumbuhan baik pada media TSB ataupun TSM, hal ini dapat menjadi salah satu indikator jika proses sterilisasi saat proses formulasi sudah baik. Pada hasil pengujian tonisitas dapat disimpulkan jika seluruh formula sediaan memiliki tonisitas yang baik yaitu isotonis. Begitupun pada pengujian iritasi mata pada kelinci, menghasilkan skor derajat iritasi nol dimana artinya tidak terjadi iritasi ketika sediaan diberikan pada mata kelinci. Ditinjau dari segi sterilitas, tonisitas dan uji iritasi seluruh formula sediaan dikatakan baik dan memenuhi persyaratan.
    Kata kunci: Oftalmik, gel in situ, sterilitas, tonisitas, iritasi mata, uji draize
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi