
Text
4234- Aktivitas Sitotoksik Tanaman Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) Terhadap Sel Kaker (Yuwanti Winda Astuti; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc;Ami Tjitraresmi, M.Si)
Berdasarkan data yang dirilis oleh WHO, kanker merupakan penyebab kematian kedua di dunia. Pada data Globocan 2020, Indonesia memiliki total kasus ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20220006 4234 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4234Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2021 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4234Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Berdasarkan data yang dirilis oleh WHO, kanker merupakan penyebab kematian kedua di dunia. Pada data Globocan 2020, Indonesia memiliki total kasus kanker sebanyak 396.914 dengan jumlah kematiannya sebanyak 234.511 jiwa. Terapi kanker yang dilakukan saat ini masih menimbulkan banyak efek samping, sehingga perlu dikembangkan penelitian untuk mencari obat baru atau senyawa alami dari tumbuhan yang memiliki potensi sitotoksik dengan efek samping yang relatif lebih sedikit. Tumbuhan mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris telah digunakan sebagai pengobatan tradisional antikanker. Tujuan dari review artikel ini untuk mengetahui aktivitas sitotoksik terbaik dari tanaman mahkota dewa terhadap sel kanker dengan metode in vitro dan in vivo. Strategi pencarian pustaka dilakukan melalui basis data PubMed, Google Scholar, dan Science Direct. Setelah penyeleksian artikel melalui kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 29 artikel yang relevan untuk dikaji. Dari 29 artikel mengenai aktivitas sitotoksik tanaman mahkota dewa yang dikaji, diketahui aktivitas sitotoksik tanaman ini memberikan hasil terbaik dari buah mahkota dewa secara in vitro terhadap lini sel kanker payudara MDA-MB-231 dengan IC50 sebesar 4,6±1,32 µg/mL dan secara in vivo juga buah mahkota dewa berkontribusi dalam mengurangi pertumbuhan sel tumor payudara tikus CH3 sekitar 88% dengan dosis 0,07 mg/hari dan 0,14 mg/hari melalui apoptosis dengan toksisitas buah mahkota dewa yang rendah dengan nilai LC50 sebesar 800 µg/mL dapat dijadikan sebagai acuan penelitian ke depannya terkait prospek pengembangan obat herbal buah mahkota dewa sebagai terapi adjuvan dalam pengobatan antikanker payudara.
Kata Kunci: (Antikanker, IC50, Phaleria macrocarpa, Sitotoksisitas)
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






