Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4189- Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) (Firda Silvia Pramashela; Dr. Rini Hendriani, M.Si; Dr. Ade Zuhrotun, M.Si)


Tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan salah satu tumbuhan herbal yang termasuk dalam famili Solanaceae. Ciplukan memiliki aktivitas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202100724189Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4189
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4189
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan salah satu tumbuhan herbal yang termasuk dalam famili Solanaceae. Ciplukan memiliki aktivitas sebagai anti inflamasi, anti malaria, anti diabetes, anti bakteri, dan anti fibrosis pada kulit. Namun, belum ada pembuktian secara ilmiah mengenai tingkat keamanan ekstrak etanol herba ciplukan. Salah satu uji keamanan adalah uji toksisitas. Pengujian toksisitas salah satunya uji toksisitas akut perlu dilakukan, untuk mengetahui efek toksik dalam jangka waktu pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik dan LD50 dari ekstrak etanol herba ciplukan. Metode uji toksisitas akut dilakukan pada mencit jantan dan betina, diberikan sediaan uji ekstrak etanol herba ciplukan dengan CMC 2% sebagai kelompok kontrol dan variasi dosis yaitu 27, 79 247 dan 700 mg/kg BB. Dilakukan pengujian skrining farmakologi pada 0; 0,5; 1; 2; 4; dan 24 jam setelah diberikan sediaan uji. Kemudian dilakukan pengamatan bobot badan selama 14 hari dan pengamatan indeks bobot organ mencit. Hasil penelitian baik pada mencit jantan dan betina menunjukkan bahwa pada pengujian skrining farmakologi tidak terdapat gejala toksik. Pada pengamatan bobot badan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol herba ciplukan berpengaruh terhadap kenaikan bobot badan mencit. Dan pada pengamatan indeks bobot organ menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. Hasil dari uji toksisitas ekstrak etanol herba ciplukan tidak terjadi kematian mencit pada dosis 700 mg/kg BB. Sehingga diketahui LD50 lebih besar dari 700 mg/kg BB mencit yang termasuk ke dalam kategori praktis tidak toksik.

    Kata kunci : Herba Ciplukan, Toksisitas Akut, LD50
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi