Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4181- Karakterisasi Ekstrak Buah Ketapang Badak (Ficus lyrata Warb.) dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi-Fraksinya Dengan Metode DPPH (Elmira Rachma Ashari; Norisca Aliza Putriana, M.Farm; Dr. Efri Mardawati, S.TP., MT; Intan Timur Maisyarah, M.Si., Ph.D)


Ketapang badak (Ficus lyrata Warb) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai banyak khasiat, salah satunya sebagai antioksidan dan anti-mikroba. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202100644181Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4181
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4181
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ketapang badak (Ficus lyrata Warb) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai banyak khasiat, salah satunya sebagai antioksidan dan anti-mikroba. Tujuan penelitian ini penentuan pelarut ekstrak yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi, melakukan karakterisasi dari ekstrak etanol buah ketapang badak. Metode penelitian ini dilakukan ekstraksi terhadap buah ketapang badak menggunakan beberapa jenis pelarut yang berbeda, dan dilanjutkan dengan karakterisasi ekstrak buah ketapang badak yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi yaitu ekstrak etanol buah ketapang badak. Hasil pengukuran parameter spesifik dan nonspesifik terhadap simplisia dan ekstrak etanol buah ketapang badak menunjukan nilai kadar sari larut air 20,13%, kadar sari larut etanol 18,11%, kadar abu total 4,39%, kadar abu tidak larut asam 0,67%, susut pengeringan 13,5%, kadar air 8,99% dan bobot jenis 0,84 g/cm3. Hasil pengamatan KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah ketapang badak mengandung senyawa golongan fenolik, dengan kadar fenolik total sebesar 52,661 mg GAE/g. Ekstrak etanol buah ketapang badak kemudian difraksinasi lebih lanjut dan diperoleh peningkatan aktivitas antioksidan pada fraksi etil asetat ketapang badak dengan nilai IC50 sebesar 30,68 μg/ml yang tergolong kedalam antioksidan sangat kuat. Variasi fraksi memberikan perbedaan nyata (α=0.05) terhadap nilai IC50. Perlakuan fraksinasi dengan pelarut etil asetat terhadap ekstrak etanol buah ketapang badak juga meningkatkan kadar fenolik total. Kadar polifenol tertinggi didapatkan pada fraksi etil asetat ketapang badak dengan kandungan sebesar 69.868 mg GAE/g.

    Kata kunci: Aktivitas Antioksida, Fraksi, ficus lyrata Warb., Fenolik
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi