
Text
4147- Uji Sitotoksisitas Isolat Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Sel Kanker Payudara MCF7 Dengan Metode Proliferation Assay (Fahrina Nur Fadhilah; Yuni Elsa Hadisaputri, MBS.,Ph.D; Mutakin, M.Si., Ph.D)
Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Salah satu jenis kanker yang banyak terjadi pada wanita dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20210028 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil -Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2021 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Salah satu jenis kanker yang banyak terjadi pada wanita dan menyebabkan kematian adalah kanker payudara. Kanker payudara merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan terbentuknya massa tumor yang menyebabkan abnormalitas pertumbuhan sel dan jaringan payudara. Pengobatan kanker payudara yang banyak digunakan saat ini adalah kemoterapi yang diketahui banyak menimbulkan efek samping bagi tubuh. Pencarian senyawa obat yang berasal dari tumbuhan untuk pengobatan kanker payudara mulai banyak dilakukan. Sirsak (Annona muricata L.) merupakan suatu tanaman yang diketahui memiliki potensi sebagai anti kanker. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sitotoksisitas isolat daun sirsak (Annona muricata L.) yang diisolasi dari fraksi etil asetat terhadap lini sel kanker payudara MCF7 dengan metode Proliferation assay menggunakan reagen PrestoBlue. Dari hasil penelitian diperoleh nilai konsentrasi hambat 50% (IC50) isolat 6 dari fraksi etil asetat daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap lini sel kanker payudara MCF7 adalah 221,094 µg/mL dan termasuk ke dalam kategori sitotoksik lemah.
Kata kunci: Sirsak (Annona muricata L.), kanker payudara, sel kanker payudara MCF7, proliferation assay, sitotoksisitas.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






