Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T232- Aktivitas Antihiperurisemia Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Secara In Vitro dan In Vivo (Taufan Want Pribadi; Prof. Dr. Sri Adi Sumiwi, MS; Dr. Rini Hendriani, M.Si)


Hiperurisemia adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat darah diatas normal. Hiperurisemia dapat diatasi dengan obat golongan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20210021T232Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T232
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T232
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hiperurisemia adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat darah diatas normal. Hiperurisemia dapat diatasi dengan obat golongan urikosurik dan urikostatik yang memiliki efek samping jika digunakan dalam jangka waktu lama. Pemanfaatan tanaman herbal untuk mengatasi hiperurisemia dan untuk mengurangi efek samping yang diakibatkan oleh pemberian obat-obatan antihiperurisemia, diantaranya adalah daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun tempuyung (Sonchus arvensis L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperurisemia kombinasi ekstrak daun sirsak dan ekstrak daun tempuyung secara in vitro dan in vivo. Simplisia daun sirsak dan daun tempuyung diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas inhibisi xantin oksidase secara in vitro alopurinol, ekstrak tunggal serta kombinasi ekstrak perbandingan (1:1), (1:2), dan (1:3) menggunakan variasi konsentrasi 6,25; 12,5; 25; 50; 100 µg/mL dan selanjutnya dihitung nilai IC50. Kombinasi ekstrak dengan nilai IC50 terbaik digunakan sebagai dosis pengujian secara in vivo pada hewan uji 35 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 7 kelompok meliputi kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif alopurinol (urikostatik), kontrol positif probenesid (urikosurik), dan tiga kelompok uji. Hasil pengujian in vitro didapatkan nilai IC50 alopurinol, kombinasi ekstrak 1:2, ekstrak tunggal daun tempuyung, kombinasi ekstrak 1:3, kombinasi ekstrak 1;1 dan ekstrak tunggal daun sirsak berturut-turut yaitu 1,947 µg/mL, 22,28 µg/mL, 27,88 µg/mL, 33,84 µg/mL, 60,61 µg/mL dan 111,706 µg/mL. Pengujian secara in vivo selanjutnya menggunakan kombinasi dosis ekstrak 1:2. Dosis kombinasi yang digunakan yaitu dosis I (125 mg/kgBB), dosis II (250 mg/kgBB) dan dosis III (500 mg/kgBB). Pada uji mekanisme urikosurik, dosis III, dosis II dan dosis I memiliki aktivitas berturut-turut sebesar 54,68%, 49,64% dan 38,86 % dibandingkan kontrol negatif, sedangkan probenesid dosis 50 mg/kgBB memiliki aktivitas sebesar 62,41%. Pada mekanisme urikostatik, dosis III, dosis II dan dosis I memiliki aktivitas berturut-turut sebesar 46,14%, 41,92%, dan 29,74% dibandingkan kontrol negatif, sedangkan alopurinol dosis 10 mg/kgBB memiliki aktivitas sebesar 60,05%. Secara statistik dengan uji ANOVA semua kelompok memberikan aktivitas yang signifikan pada P
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi