Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T226- Pengaruh Faktor Formulasi Terhadap Aktivitas Antiplasmodium dari Mikrokapsul Ekstrak Etanol Daun Perepat (Nor Latifah; Dr. rer. nat. Anis Yohana C., M.Si; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc)


Plasmodium merupakan suatu parasit yang menjadi penyebab penyakit malaria. Malaria termasuk penyakit mematikan akibat infeksi Plasmodium ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20210007T226Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T226
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinanor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T226
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Plasmodium merupakan suatu parasit yang menjadi penyebab penyakit malaria. Malaria termasuk penyakit mematikan akibat infeksi Plasmodium falciparum yang disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina. Obat-obat sintetik telah banyak menyebabkan resistensi sehingga upaya dalam menemukan obat-obat dari bahan alam semakin pesat. Daun dari tanaman Sonneratia alba (Lythraceae) yang mengandung metabolit sekunder kuinon, tanin, saponin, alkaloid, fenolat, glikosida, flavonoid, terpenoid, dan steroid berpotensi sebagai antiplasmodium. Metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiplasmodium yaitu kuinon. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas, pengujian keamanan, dan stabilitas aktivitas ekstrak dalam sediaan. Pengujian aktivitas antiplasmodium dilakukan dengan metode in vivo pada mencit. Untuk mengetahui keamanan ekstrak dilakukan uji toksisitas akut. Pengujian pengaruh formulasi terhadap aktivitas ekstrak dalam sediaan dilakukan dengan membuat formula mikrokapsul dan menguji kembali aktivitasnya sebagai antiplasmodium. Mikrokapsul dibuat dengan metode penguapan pelarut menggunakan variasi polimer eudragit E100 (5%, 10%, dan 20%) dan ethocel 10 cP (10%, 15% dan 20%). Kemudian dilakukan karakterisasi yang meliputi PSA (Particle Size Analizer), SEM (Scanning Electron Microscope), % EE (Encapsulation Efficiency) dan analisis kualitatif dengan KLT (Kromatografi Lapis Tipis). Berdasarkan hasil pengujian aktivitas antiplasmodium ekstrak etanol daun perepat dengan variasi dosis 75, 150, dan 300 mg/kg berat badan memiliki nilai ED50 sebesar 95,28 mg/kg berat badan. Hasil pengujian toksisitas akut dari ekstrak etanol daun perepat menunjukkan bahwa ekstrak aman digunakan karena termasuk kategori toksisitas ringan. Berdasarkan hasil pengujian aktvitas dari sediaan diketahui bahwa mikrokapsul dengan polimer eudragit E100 (10%) dan ethocel 10 cP (20%) memiliki senyawa aktif yang stabil setelah formulasi dan memiliki aktivitas sebagai antiplasmodium. Hal ini sesuai dengan pengujian profil KLT yang relatif tidak berubah sesudah ekstrak dibuat sediaan mikrokapsul.

    Kata kunci : Sonneratia alba, kuinon, antiplasmodium, mikrokapsul
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi