
Text
T225- Formulasi Sediaan Bedak Menggunakan Kaolin Asal Bangka Belitung Sebagai Tabir Surya (Hayatus Sa'adah; Prof. Dr. Marline Abdassah, MS; Dr. rer. nat. Anis Yohana C., M.Si)
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak sumber daya mineral, salah satunya adalah mineral kaolin. Cadangan sumber kaolin yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20210006 T225 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T225Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinanor., 2020 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T225Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak sumber daya mineral, salah satunya adalah mineral kaolin. Cadangan sumber kaolin yang melimpah di Indonesia terdapat di Bangka Belitung. Kaolin memiliki komposisi aluminium silikat hidrat (Al2O3.2SiO2.2H2O) disertai mineral pengganggu. Mineral pengganggu dapat dikurangi atau dihilangkan dengan cara purifikasi. Pada penelitian ini purifikasi kaolin dilakukan dengan metode flokulasi selektif menggunakan dispersan Natrium Silikat (Na2SiO3), senyawa kation polivalensi Natrium Heksametafosfat (Na2PO3), dan flokulan Poliakrilamid (PAM). Setelah proses purifikasi, dilakukan karakterisasi kaolin yang meliputi organoleptik, kadar lembab, pH, cemararan mikrobiologi, cemaran logam berat, ukuran partikel, derajat putih, daya adsorbsi, XRD, FTIR, dan penentuan kemampuan kaolin sebagai tabir surya. Berdasarkan hasil karakterisasi, kaolin hasil purifikasi memenuhi standar Farmakope Indonesia Edisi V dan Handbook of Pharmaceutical Excipient Edisi 6, sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar kosmetik. Kaolin hasil purifikasi digunakan dalam formulasi sediaan bedak padat dan bedak tabur sebagai bahan dasar yang berfungsi sebagai covering material dan tabir surya. Tahapan pertama formulasi adalah optimasi pengikat untuk menentukan konsentrasi pengikat paling optimum. Pengikat pada formulasi bedak padat digunakan gliseril monostearat dengan variasi konsentrasi 4%, 10% dan 16%, sedangkan pengikat pada formulasi bedak tabur digunakan magnesium stearat dengan variasi konsentrasi 3%, 6% dan 9%. Berdasarkan hasil optimasi, gliseril monostearat 10% dan magnesium stearat 9% merupakan konsentrasi paling optimum sebagai pengikat pada bedak padat dan bedak tabur. Tahap selanjutnya adalah optimasi kaolin hasil purifikasi sebagai bahan dasar bedak dan tabir surya dalam formulasi bedak padat dan bedak tabur dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50%. Sediaan bedak padat dan bedak tabur kemudian dilakukan evaluasi sediaan, uji stabilitas, uji efektivitas tabir surya, dan uji keamanan. Berdasarkan hasil optimasi, kaolin hasil purifikasi dapat digunakan sebagai bahan dasar sediaan bedak dengan kualitas yang paling baik pada konsentrasi optimum 40% baik pada bedak padat maupun bedak tabur. Efektivitas sebagai tabir surya memperlihatkan nilai SPF 5,5976 (kategori sedang) untuk bedak padat dan nilai SPF 5,4966 (kategori sedang) untuk bedak tabur.
Kata kunci: kaolin, bangka belitung, bahan penutup, tabir surya, flokulasi selektif,
bedak wajah
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






