
Text
T223- Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol dan Fraksi Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Candida albicans, Malassezia furfur, Tricophyton rubrum dan Tricophyton mentagrophytes (Muhammad Fakhrur Rajih Hi Yusuf; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc; Dr. Tiana Milanda, M.Si)
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu dan kelembapan yang mendukung pertumbuhan jamur patogen. Jamur patogen yang sering dijumpai ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20210004 T223 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T223Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2021 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T223Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu dan kelembapan yang mendukung pertumbuhan jamur patogen. Jamur patogen yang sering dijumpai menginfeksi manusia di Indonesia adalah spesies Candida albicans, Malassezia furfur dan Trychophyton sp. Pala (Myristica fragrans Houtt.) merupakan salah satu tanaman Indonesia yang diketahui memiliki potensi aktivitas antijamur. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat aktivitas antijamur ekstrak dan fraksi biji pala terhadap Candida albicans, Malassezia furfur, trichophyton rubrum dan trichophyton mentagrophytes, penetapan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) serta pengujian nilai banding esktrak dan fraksi biji pala yang paling berpotensi dengan ketokonazol. Metode penelitian yang digunakan dalam pengujian aktivitas antijamur dan nilai banding ekstrak dan fraksi biji pala adalah metode difusi agar teknik cakram kertas dan pada pengujian penetapan nilai KHM dan KBM menggunakan metode mikrodilusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi biji pala memiliki aktivitas antijamur terhadap Malassezia furfur dan Trichophyton mentagrophytes sedangkan pada Candida albicans dan Trichophyton rubrum tidak ada aktivitas. Nilai KHM dan KBM esktrak dan fraksi biji pala yang paling berpotensi adalah sama pada Malassezia furfur dan Trichophyton mentagrophytes yaitu nilai KHM ekstrak etanol, fraksi air, fraksi etil asetat sebesar 2,5 % dan fraksi n-heksan sebesar 3,125 %, sedangkan nilai KBM ekstrak, fraksi air, fraksi etil asetat sebesar 5 % dan fraksi n-heksan sebesar 6,25 %. Nilai banding aktivitas antijamur ketokonazol dengan esktrak etanol dan masing-masing fraksi biji pala yang paling berpotensi terhadap Malassezia furfur adalah sebesar 1:34 ekstrak etanol, 1:7 fraksi air, 1:12 fraksi etil asetat dan 1:19 fraksi n-heksan, sedangkan terhadap Trichophyton mentagrophytes adalah sebesar 1:12 ekstrak etanol, 1:6 fraksi air, 1:8 fraksi etil asetat dan 1:13 fraksi n-heksan.
Kata kunci: Antijamur, biji pala, Candida albicans, Malassezia furfur, Tricopyton
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






