Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T222- Sitotoksisitas dan Ekspresi Protein Penginduksi Apoptosis Ekstrak dan Fraksi Daun Galing-Galing (Cayratia trifolia (L.) Domin) Terhadap Kultur Sel Kanker Paru A549 (Eva Feriadi; Prof. Dr. Ahmad Muhtadi, MS; Melisa Intan B., Dr. Med. Sc)


Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi diantara semua jenis kanker. Paparan karsinogen yang berulang dapat memicu terjadinya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20210003T222Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T222
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T222
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi diantara semua jenis kanker. Paparan karsinogen yang berulang dapat memicu terjadinya kanker paru melalui perubahan fisiologi dari sel epitel paru dan mutasi-mutasi pada gen tertentu. Tumbuhan galing-galing (Cayratia trifolia L.) merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam ayurveda dan folk medicine, dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya tumor. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ekstrak C. trifolia memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antiangiogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah aktivitas sitotoksik dari ekstrak serta fraksi daun C. trifolia menggunakan metode MTS dan menelaah kemampuan fraksi etil asetat daun C. trifolia dalam menginduksi apoptosis terhadap sel kanker paru A549 menggunakan metode western blot. Hasil pengujian aktivitas sitotoksik menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas sitotoksik paling baik (IC50 45,48 μg/ml), diikuti ekstrak etanol (193,45 μg/ml), fraksi n-heksan (402,12 μg/ml) dan fraksi air (821,18 μg/ml). Hasil pengujian western blot dari fraksi etil asetat menunjukkan adanya ekspresi dari protein penginduksi apoptosis yaitu caspase 9 (inisiator) dan caspase 3 (eksekutor). Dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas sitotoksik yang paling baik dalam menghambat proliferasi sel kanker paru A549. Fraksi etil asetat juga memiliki kemampuan untuk menginduksi terjadinya apoptosis melalui jalur intrinsik yang dipengaruhi oleh ekpresi protein caspase 9 dan caspase 3.
    Kata kunci: Kanker paru, Sitotoksik, Apoptosis, Cayratia trifolia.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi