Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4116- Review: Aktivitas Antimalaria Beberapa Tumbuhan Pahit (Wan Muhammad Aulia Arif; Ami Tjitraresmi, M.Si; Dr. Rini Hendriani, M.Si)


Malaria pada manusia dapat disebabkan oleh Plasmodium falciparum, P. vivax, P.ovale, P. malariae. Adanya laporan yang menunjukkan resistensi P. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202001784116Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4116
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4116
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Malaria pada manusia dapat disebabkan oleh Plasmodium falciparum, P. vivax, P.ovale, P. malariae. Adanya laporan yang menunjukkan resistensi P. falciparum terhadap klorokuin dan artemisinin yang merupakan obat antimalaria yang direkomendasikan oleh WHO, menyebabkan perlu adanya upaya untuk mencari bahan obat antimalaria baru terutama yang berasal dari tumbuhan. Alkaloid kuinin, artemisinin, dan senyawa turunannya yang digunakan untuk terapi malaria berasal dari tumbuhan yang memiliki rasa pahit, oleh karena itu ada kemungkinan tumbuhan yang memiliki rasa pahit berpotensi sebagai bahan antimalaria baru. Pembuatan review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penggunaan tumbuhan pahit berdasarkan studi etnofarmasi untuk mengobati malaria serta aktivitas antimalaria tumbuhan pahit secara in vitro dan in vivo. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan sumber data primer dan kriteria inklusi adalah jurnal nasional dan internasional ber-ISSN yang membahas penggunaan tumbuhan dengan rasa pahit untuk mengobati malaria. Secara etnofarmasi tumbuhan pahit digunakan oleh penduduk Asia (Indonesia, India, China, dan Pakistan), Afrika, Brazil, Venezuela, dan Amerika utara untuk mengobati malaria. Ekstrak etanol buah Momordica charantia memiliki aktivitas antimalaria terbaik secara in vitro dan in vivo. Secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum ekstrak pare memiliki nilai IC50=0,39 µg/ml dan secara in vivo pada dosis 100 mg/kgBB menghasilkan 86,46% inhibisi pada mencit yang diinduksi Plasmodium berghei.
    Kata kunci: Malaria, tumbuhan pahit, etnofarmasi, in Vitro, in Vivo
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi