
Text
4081- Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Batang Trengguli (Cassia fistula L.) Terhadap Shigella dysenteriae isolat Klinis Secara In Vitro dan In Vivo (Arida Safira; Dr. Tiana Milanda, M.Si; Dr. rer.nat Anis Y. Chaerunisaa, M.Si)
Shigellosis merupakan penyakit endemik yang berada hampir di seluruh negara berkembang dan merupakan penyebab utama diare berdarah. Dalam skala ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20200141 4081 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4081Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2020 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4081Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Shigellosis merupakan penyakit endemik yang berada hampir di seluruh negara berkembang dan merupakan penyebab utama diare berdarah. Dalam skala global, diperkirakan terjadi 165 juta penyakit diare yang disebabkan oleh Shigella sp. setiap tahunnya. Antibiotik merupakan pengobatan pertama dalam penatalaksanaan infeksi. Penggunaan antibiotik kini mulai ditinggalkan karena meningkatnya kasus resistensi. Salah satu alternatif pengobatan penyakit infeksi yaitu antibiotik yang berasal dari tanaman. Ekstrak etanol trengguli (Cassia fistula L.) terbukti pada beberapa penelitian memiliki aktivitas antibakteri pada beberapa bakteri Gram positif dan Gram negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) dengan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM), menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) secara in vitro dan in vivo terhadap Shigella dysenteriae isolat klinis, dan mengetahui golongan senyawa yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) terhadap Shigella dysenteriae isolat klinis. Secara in vitrodengan metode difusi agar, ekstrak etanol kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae isolat klinis pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Penentuan KHTM dilakukan dengan metode mikrodilusi. Hasil KHTM akan digunakan sebagai dosis dalam pengujian secara in vivo. Uji in vivo dilakukan dengan melihat penurunan jumlah koloni bakteri pada tikus yang diinduksi shigellosis. Hasil mikrodilusi menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang trengguli memiliki aktivitas antibakteri dengan nilai KHTM 0,625%. Adapun hasil uji in vivo menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang trengguli pada dosis 250, 500, dan 1000 mg/KgBB memiliki aktivitas antibakteri ditandai dengan penurunan jumlah koloni bakteri yang signifikan (p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






