
Text
4059- Pengujian Sitotoksisitas Ekstrak dan Fraksi Biji Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) Terhadap Sel Kanker Serviks HeLa Dengan Metode Prestoblue Assay (Falen Novita Dewi; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc; Dr. Rimadani Pratiwi, M.Si)
Kanker adalah penyakit dengan pertumbuhan sel yang tidak normal pada jaringan tubuh. Salah satu kanker yang cukup sering terjadi di Indonesia adalah ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20200119 4059 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4059Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2020 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4059Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker adalah penyakit dengan pertumbuhan sel yang tidak normal pada jaringan tubuh. Salah satu kanker yang cukup sering terjadi di Indonesia adalah kanker serviks dengan nilai 9,3% dari total keseluruhan kasus kanker baru tahun 2018. Secara tradisional tanaman obat mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) digunakan untuk mengobati kanker. Pengujian sitotoksisitas dan antiproliferasi mahkota dewa terhadap berbagai macam sel kanker telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang baik. Tetapi penelitian pada bagian biji tanaman mahkota dewa cukup jarang dilakukan sehingga pada penelitian kali ini dilakukan pengujian sitotoksisitas ekstrak dan fraksi biji mahkota dewa terhadap lini sel kanker serviks HeLa dengan metode PrestoBlue. Metode ini dilakukan dengan menggunakan reagen PrestoBlue yang mengandung resazurin. Senyawa resazurin akan tereduksi menjadi resorufin dalam sel yang aktif atau sel yang masih hidup. Hasil pengujian didapatkan nilai IC50 untuk ekstrak, fraksi n¬-Heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air adalah 354.1786, 865.7, 460.85, dan 2532.25 µg/ml. Hasil penelitian menunjukkanekstrak etanol dan fraksi etil asetat biji mahkota dewa memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa.
Kata kunci : Sitotoksisitas, Kanker serviks, Sel HeLa, IC50, Mahkota Dewa
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






