Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4049- Decision Tree Model Untuk Estimasi Nilai Efektivitas Biaya Pengobatan Hipertensi Pada Pasien Prolanis Dengan Intervensi Farmasi Klinik Sebagai Alternative Scenario di Puskesmas dan Klinik Swasta di Kota Bandung (Sintha Nur Fitriani; Auliya A. Suwantika, Ph.D.; Imam Adi Wicaksono, M.Si)


Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%. Salah satu upaya pemerintah dalam ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202001094049Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4049
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4049
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi hipertensi adalah dengan mengeluarkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertujuan untuk mengontrol tekanan darah (TD) yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Intervensi farmasi klinik berperan penting dalam pengelolaan hipertensi terutama dalam meningkatkan kontrol tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai efektivitas-biaya pengobatan hipertensi Prolanis di puskesmas dan klinik swasta di Kota Bandung dengan intervensi farmasi klinik dan mengetahui faktor utama yang mempengaruhi nilai efektivitas-biaya. Studi ini menggunakan analisis observasional dengan pendekatan retrospektif pada tahun 2015-2016. Efektivitas biaya dihitung menggunakan data klinis pasien dan biaya penggunaan obat berdasarkan payer perspective. Intervensi farmasi klinik dihitung sebagai skenario alternatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai efektivitas-biaya pengobatan hipertensi Prolanis di puskesmas sebesar Rp 35.921/penurunan 1 mmHg TD sistolik (TDS) dan Rp120.806/1 pasien stabil dan di klinik swasta sebesar Rp 44.129/penurunan 1 mmHg TDS dan Rp 121.596/1 pasien stabil. Adanya intervensi farmasi klinik, diestimasikan nilai efektivitas-biaya di puskesmas menjadi sebesar Rp14.680/penurunan 1 mmHg TDS dan Rp 50.946/1 pasien stabil, dan di klinik swasta menjadi sebesarRp 17.338/penurunan 1 mmHg TDS dan Rp 54.580/1 pasien stabil. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa efektivitas rata-rata penurunan TDS menjadi faktor yang paling mempengaruhi nilai efektivitas-biaya.

    Kata kunci: Penurunan tekanan darah sistolik, pasien stabil, perspektif pembayar, skenario alternatif, analisis sensitivitas

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi