Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T207- Peningkatan Kelarutan dan Karakterisasi Tamoksifen Sitrat Melalui Pendekatan Kokristalisasi (Hairunnisa; Dr. Iyan Sopyan, M.Si; Dr. Dolih Gozali, MS)


Tamoksifen sitrat (TAM) merupakan salah salah satu obat kanker sebagai anti estrogen yang memiliki kelarutan rendah, karena tamoksifen sitrat masi h ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20200014T207Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T207
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T207
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tamoksifen sitrat (TAM) merupakan salah salah satu obat kanker sebagai anti estrogen yang memiliki kelarutan rendah, karena tamoksifen sitrat masi h menjadi terapi utama pada pengubatan kanker payudara sehingga masih terus dilakukan modifikasi untuk meningkatkan kelarutan tamoksifen sitrat demi keberhasilan pengobatan. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan kokristal dari TAM menggunakan Nikotinamid (NIC), Isonikotinamid (ISO), Sakarin (SAC), Aspartam (ASP), dan As. Benzoat (BNZ) sebagai koformer dengan perbandingan mol 1:1, 1:2, dan 2:1. Preparasi kokristal dilakukan dengan metode penggilingan basah dan penguapan pelarut menggunakan metanol. Skrining koformer yang menghasilkan kokristal diprediksi menggunakan software AutoDock, kelarutan fasa dan mikroskop polarisasi. Kokristal hasil prediksi yang terbentuk dievaluasi melalui kelarutan jenuh dan disolusi. Hasil evaluasi kelarutan jenuh menunjukkan kokristal TAM-NIC dan TAM-ISO dengan perbandingan mol 1:2 dari metode penggilingan basah dan penguapan pelarut. Kemudian dilanjutkan pengujian disolusi pada kokristal TAM-ISO perbandingan 1:2 baik preparasi dari metode penggilingan basah dan penguapan pelarut menunjukkan hasil disolusi paling baik. Karakterisasi dilanjutkan untuk mengetahui hasil interaksi apa yang terjadi melalui hasil pengujian PXRD, DSC, FTIR, dan SEM. Berdasarkan difraktogram, kokristal yang terbentuk memberikan pola difraktogram yang berbeda dibandingkan dengan komponen penyusunnya pada sudut 2ɵ muncul puncak baru yang berbeda dengan puncak tamoksifen sitrat. Pada termogram, terlihat adanya pregeseran titik leleh dari sebelumnya yang menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada kokristal yang terbentuk. Hasil spektrum FTIR, teramati adanya pergeseran atom N sebagai interaksi ikatan hidrogen yang terbentuk pada bilangan gelombang 3198 – 3329 cm-1. Hasil analisis SEM menunjukkan bentuk kristal yang relatif baru dibandingkan dibandingkan dengan tamoksifen sitrat murninya dari bentuk kristal balok menjadi bentuk aglomerat yang tak beraturan. Setelah itu uji stabilitas dilakukan dengan menyimpan sampel dalam climatic chamber terhadap kokristal TAM-ISO 1:2 dengan metode penggilingan basah tidak terlihat perubahan pada pola difraktogram yang menunjukkan kokristal yang terbentuk stabil.
    Kata kunci : tamoksifen sitrat, kokristalisasi, kelarutan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi