Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T187- Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Meropenem dan Tigecycline Pada Pasien Acute Respiratory Failure (ARF) di Intensive Care Unit (ICU) RS Dr. Hasan Sadikin Bandung (Sry Yuniarti Manurung; Auliya A. Suwantika, Ph.D; Cherry Rahayu, M.KM)


Kondisi Acute Respiratory Failure (ARF) merupakan salah satu tantangan terbesar di rumah sakit terutama di ICU karena terkait tingginya morbiditas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20190340T187Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T187
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T187
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kondisi Acute Respiratory Failure (ARF) merupakan salah satu tantangan terbesar di rumah sakit terutama di ICU karena terkait tingginya morbiditas dan mortalitas nya di rumah sakit. Dari data sensitivitas antibiotik ICU pada pasien ARF, Meropenem dan Tigecycline merupakan antibiotik yang sensitif terhadap berturut-turut 8 dan 10 jenis bakteri yang ada pada sampel kultur pasien ARF. Kedua antibiotik tersebut memiliki harga yang relatif mahal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai efektivitas biaya yang lebih baik antara antibiotik Meropenem dan kombinasi Tigecycline pada pengobatan ARF di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan decision tree model. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien, data laboratorium dan data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) periode Januari 2017-Desember 2018 yang meliputi total biaya medik dari rumah sakit(healthcare perspective) serta tarif INA CBGs dari BPJS(payer perspective). Nilai efektivitas pada penelitian ini diukur dalam penurunan leukosit.Dari perhitungan efektivitas biaya dengan menggunakan decision tree model, didapatkan nilai Incremental Cost-effectiveness Ratio (ICER) Tigecyline menggantikan Meropenem dari payer maupun healthcareperspective berturut-turut adalah Rp. 10.210 dan Rp. -6.031. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mengganti terapi dari Meropenem menjadi Tigecycline membutuhkan biaya sebesar Rp. 10.210 (payer perspective) dan akan menghemat Rp 6.031 (healthcare perspective) setiap penurunan 1 sel leukosit/mm3. Pada penelitian ini, penggunaan Tigecycline pada pasien ARF di ICU RS Dr. Hasan Sadikin lebih cost effective dibandingkan dengan Meropenem.
    Kata kunci :ARF, decision tree, ICER, leukosit
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi