Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T185- Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Pada Pasien BPJS Dengan Community-Acquired Pneumonia (CAP) di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (Mia Nisrina Anbar Fatin; Auliya A. Suwantika, Ph.D; Cherry Rahayu, M.KM)


Community-Acquired Pneumonia (CAP) merupakan penyakit infeksi yang mengakibatkan mortalitas, morbiditas, dan biaya yang tinggi. Studi farmakoekonomi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20190338T185Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T185
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T185
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Community-Acquired Pneumonia (CAP) merupakan penyakit infeksi yang mengakibatkan mortalitas, morbiditas, dan biaya yang tinggi. Studi farmakoekonomi diperlukan untuk menganalisis pemilihan kombinasi antibiotik yang bervariasi dengan mempertimbangkan biaya dan efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manakah nilai cost-effectiveness yang lebih tinggi antara antibiotik kombinasi azitromisin-seftriakson dan kombinasi azitromisin-sefotaksim pada pengobatan CAP di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung serta menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai cost-effectiveness. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien dan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) periode Januari-Desember 2018. Data biaya meliputi total biaya medik dari rumah sakit/healthcare perspective (biaya obat, alat kesehatan, biaya tindakan, biaya pemeriksaan, biaya jasa dokter, dan biaya rawat inap) dan total biaya dari BPJS/payer perspective(Tarif INA-CBG). Nilai efektivitas pada penelitian ini diukur dalam penurunan leukosit. Hasil menunjukkan nilai Average Cost-effectiveness Ratio (ACER) pada kombinasi azitromisin-seftriakson dari payer dan healthcare perspective secara berturut-turut adalah Rp 2.987 dan Rp 2.080 per penurunan 1 sel leukosit/mm3, lebih tinggi dibandingkan kombinasi azitromisin-sefotaksim yaitu Rp 2.853 dan Rp 1.184 per penurunan 1 sel leukosit/mm3. Berdasarkan hasil perhitungan Incremental Cost-effectiveness Ratio (ICER), diketahui bahwa jika kombinasi azitromisin-sefotaksim digantikan oleh azitromisin-seftriakson maka akan membutuhkan biaya sebesar Rp 4.531 (payer perspective) dan Rp 22.379 (healthcare perspective)per penurunan 1 sel leukosit/mm3. Hasil uji sensitivitas menunjukkan penurunan leukosit dan biaya rawat inap memiliki rentang yang paling panjang. Kombinasi antibiotik azitromisin-sefotaksim lebih cost-effective dibandingkan azitromisin-seftriakson. Faktor yang paling memengaruhi nilai ICER adalah penurunan leukosit dan biaya rawat inap.
    Kata kunci : ACER, analisis efektivitas-biaya, CAP, ICER, leukosit
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi