Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T183- Pengaruh Terapi Metformin dan Glimepirid (Tunggal/Kombinasi) Terhadap Kualitas Hidup dan Faktor Yang Memengaruhinya Pada Pasien Prolanis Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas (ED. Yunisa Mega Pasha; Dr. Tina Rostinawati, M.Si; Prof. Dr. Ahmad Muhtadi, MS)


Prevalensi Diabetes Melitus (DM) usia ≥ 15 tahun di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 adalah 10,9% merupakan penyakit kronis ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20190336T183Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T183
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T183
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Prevalensi Diabetes Melitus (DM) usia ≥ 15 tahun di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 adalah 10,9% merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan memengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian memperoleh gambaran karakteristik pasien dan penggunaan antidiabetik oral, menelaah pengaruh terapi metformin dan glimepirid (tunggal atau kombinasi) terhadap skor kualitas hidup rata-rata dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup pada pasien prolanis DM tipe 2 di Puskesmas Ibrahim adjie, Babakan Sari, dan Pasundan kota Bandung pada bulan Februari sampai Mei 2019. Sebanyak 116 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok terapi tunggal metformin, terapi tunggal glimepirid, dan terapi kombinasi metformin-glimepirid menggunakan kuesioner DQLCTQ bahasa Indonesia dengan metode potong lintang. Hasil gambaran karakteristik pasien lebih banyak perempuan, usia ≥ 63 tahun, tidak bekerja, pendidikan ≤ SMA, status menikah, tidak merokok, aktivitas fisik sedang-berat, ada penyakit penyerta, lama menderita DM < 6 tahun, kadar glukosa darah puasa >126 mg/dL sedangkan hasil gambaran penggunaan antidiabetik oral diperoleh sebanyak 43,10% (50 pasien) terapi kombinasi metformin-glimepirid,30,17% (35 pasien) terapi tunggal metformin, 26,72% (31 pasien) terapi tunggal glimepirid dan skor kualitas hidup rata-rata pada pasien terapi tunggal metformin (79,64 ± 6,86) lebih tinggi dari pada terapi kombinasi metformin-glimepirid (77,42 ± 8,15), tetapi terapi tunggal glimepirid (77,19 ± 7,46) lebih kecil dari keduanya. Hasil analisis dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa kualitas hidup dari ketiga kelompok terapi tidak berbeda secara signifikan (p=0,420), sedangkan hasil analisis dengan uji Mann Whitneymenunjukkan bahwa perbedaan kualitas hidup antara faktor-faktor karakteristik tidak berbeda secara signifikan (p>0,05) dan hasil analisis dengan regresi linier menunjukkan bahwa tidak ada faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup.
    Kata kunci:Diabetes Melitus tipe 2, DQLCTQ, Karakteristik, Kualitas Hidup, Metformin, Glimepirid
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi