Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T181- Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Pada Pasien Hipertensi Dewasa: Terapi Angiotensin Receptor Blocker dan Calcium Channel Blocker (Juwita Ramadhani; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Mutakin, M.Si., Ph.D; Prof. Dr. Dyah A. Perwitasari, Ph.D)


Hipertensi adalah peringkat ketiga kematian di Indonesia dan prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan penelitian kesehatan dasar pada tahun ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20190334T181Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T181
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T181
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hipertensi adalah peringkat ketiga kematian di Indonesia dan prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan penelitian kesehatan dasar pada tahun 2018 adalah 31.4% dari total populasi di Indonesia. Pasien hipertensi memiliki kualitas hidup yang rendah terkait dengan kesehatan, terutama untuk pasien dengan terapi obat. Untuk menentukan keberhasilan manajemen terapi hipertensi, bisa dengan mengamati kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas hidup pasien hipertensi menggunakan kuesioner EQ5D5L. Penelitian ini bersifat potong lintangdan merekrut 80 pasien hipertensi dewasa di salah satu rumah sakit rujukan utama di Cimahi. Peneliti meminta pasien untuk menjadi peserta dengan prosedur persetujuan setelah penjelasandan meminta mereka untuk mengisi kuesioner EQ5D5L. Studi kami menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia lebih dari 50 tahun (58,8%) dan wanita (71,3%). Berdasarkan utility score kualitas hidup terkait kesehatan pasien dengan terapi kombinasi Calcium Channel Blocker/Angiotensin Receptor Blocker (CCB/ARB) lebih baik dibandingkan dengan terapi tunggal CCB dengan nilai utility score masing – masing berturut-turut yaitu 0,61 ± 0,06 dan 0,5 ± 0,07.Nilai utility score pasien dengan terapi tunggal CCB paling baik menggunakan amlodipin (0,51 ± 0,08) sedangkan pasien dengan terapi kombinasi (CCB/ARB) menggunakan amlodipin/valsartan 0,73 ± 0,07. Kualitas hidup pasien hipertensi dengan terapirendah tampak pada domain nyeri/ ketidaknyamanan. Variabel yang paling dominan mempengaruhi adalah lama terapi dan tingkat pendidikan. Tidak ada parameter yang terbukti mempengaruhi secara signifikan kualitas hidup terkait kesehatan pada pasien hipertensi dewasa dengan terapi CCB tunggal dan kombinasi CCB/ARB. Variabel yang dominan berpengaruh adalah terapi, tingkat pendidikan, konsumsi kafeindan status merokok.
    Kata Kunci: Hipertensi, kualitas hidup, terapi, CCB, ARB, utility score, EQ5D5L
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi