
Text
3977- Formulasi dan Evaluasi In Vitro Sediaan Oftalmik Gel In Situ Kloramfenikol Melalui Optimasi Kombinasi Basis Poloxamer 407 dan HPMC Menggunakan Metode Desain Faktorial (Huriyatus Tsaniyah; Insan Sunan K., M.KM; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc)
Sistem gel in situ di aplikasikan sebagai tetes mata yang dapat mengalami transisi dari larutan menjadi gel. Keuntungan sistem ini dibandingkan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20190325 3977 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3977Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2019 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3977Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Sistem gel in situ di aplikasikan sebagai tetes mata yang dapat mengalami transisi dari larutan menjadi gel. Keuntungan sistem ini dibandingkan dengan obat tetes mata konvensional yaitu meningkatkan waktu kontak di kornea, dan dapat memperlihatkan data tunggal maupun kombinasi dari campuran basis yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil evaluasi in vitrodifusi sediaan oftalmik gel in situ yang telah dibuat dengan menggunakan sel difusi franz dan untuk mendapatkan formula terbaik sediaan oftalmik gel in situ dengan kombinasi basis Poloxamer 407 dan HPMC melalui optimasi menggunakan metode desain faktorial. Metode desain faktorial ini akan mengolah data dan memprediksi formula terbaik berdasarkan pertimbangan dari parameter evaluasi. Tahapan dalam penelitian ini yaitu sediaan gel in situ yang telah dibuat, dilakukan evaluasi difusi sediaan secara in vitro menggunakan sel difusi franz, empat formula dengan perbandingan konsentrasi basis Poloxamer 407 dan HPMC yang berbeda, F1 (5:0,45) , F2 (10:0,45). F3 (5:1) dan F4 (10:1). Hasil yang didapatkan dari pengujiandifusi sediaan adalah F1 (30,604%), F2 (45,638%), F3 (58,300%), dan F4 (22,503%). Berdasarkan hasil tersebut, pelepasan yang paling tinggi adalah pada formula 3 dan HPMC merupakan basis paling berpengaruh terhadap seluruh formula kombinasi basis yang dibuat. Kemudian hasil dari evaluasi tersebut dioptimasikan dengan metode desain faktorial, didapatkan hasil formula terbaik yaitu pada formula 3 dengan perbandingan konsentrasi Poloxamer 407 dan HPMC (5:1).
Kata kunci : Gel in situ, Oftalmik, Poloksamer 407, HPMC, desain faktorial
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






