
Text
3967- Interaksi Warfarin Keadaan Tunak Dengan Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Ditinjau dari Nilai Bleedscore Pada Tikus Putih Galur Wistar (Syafira Aulia; Taofik Rusdiana, Ph.D.; Norisca Aliza P., M.Farm)
Interaksi obat merupakan salah satu studi penting yang berperan dalam keberhasilan efek terapeutik suatu obat, terutama pada obat dengan ikatan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20190315 3967 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3967Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2019 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3967Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Interaksi obat merupakan salah satu studi penting yang berperan dalam keberhasilan efek terapeutik suatu obat, terutama pada obat dengan ikatan tinggi dengan protein, dan memiliki indeks terapeutik yang sempit, seperti warfarin. Warfarin sebagai obat antikoagulan berpotensi berinteraksi dengan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) melalui enzim CYP2C9 yang berfungsi dalam metabolisme warfarin. Temulawak dilaporkan dapat menginhibisi CYP2C9 karena kandungan aktifnya, yakni kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi warfarin dengan ekstrak temulawak ditinjau melalui efek perdarahan sebagai efek samping warfarin pada hewan uji tikus putih galur wistar.Metode yang digunakan ialah metode eksperimental case control studydenganmelakukan pemberian ekstrak temulawak pada saat warfarin dalam keadaan tunak dan menghitung efek perdarahan melalui BleedScore.Hasil yang didapat bahwa ekstrak temulawak dosis 81mg/200grBB/hari memiliki rata rata nilai BleedScore yang sama dengan kelompok positif sedangkan ekstrak temulawak dosis 18mg/200grBB/hari memiliki rata rata nilai BleedScore yang sama dengan kelompok negatif.
Kata kunci : Interaksi, Perdarahan, Temulawak, Warfarin
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






