Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3965- Desain dan Optimasi Paper Based Analytical Device (PAD) Menggunakan Kertas Whatman No. 1 dan No. 4 Untuk Deteksi Allopurinol Pada Jamu (Rieda Nurwulan S.; Dr. Rimadani Pratiwi, M.Si; Dr. Febrina Amelia Saputri, M.Farm)


Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan berupa tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201903133965Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3965
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3965
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan berupa tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Kecilnya minat masyarakat terhadap obat tradisional memaksa produsen untuk meningkatkan efektifitas dari jamu salah satu caranya adalah dengan penambahan BKO. Pengujian yang biasa dilakukan untuk mendeteksi keberadaan BKO dalam jamu adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Namun, pengujian KLT ini memerlukan preparasi, waktu yang cukup lama, juga orang yang memang ahli dalam pengujiannya. Maka dari itu dibutuhkan suatu metode baru yang lebih mudah dan murah untuk digunakan. Paper-Based Analytical Device (PAD) adalah metode berbasis kertas yang mampu mengidentifikasi suatu senyawa dengan prinsip kolorimetri dikarenakan reaksi yang dihasilkan reagen spesifik yang telah dijerap oleh kertas dengan gugus yang ada pada senyawa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat PAD dengan basis kertas Whatman no.1 dan no. 4, dengan sensitivitas, selektivitas, dan stabilitas yang baik dalam mendeteksi allopurinol pada jamu. Metode yang digunakan adalah solvent-impregnation. Dari 9 reagen yang diujikan, didapatkan 3 reagen yang positif bereaksi dengan allopurinol saat direaksikan secara langsung maupun setelah dijerap pada kertas, yaitu folin-ciocalteu, p-DAB, dan tollens. Waktu perendapan optimum adalah selama 60 menit dengan waktu pengeringan selama 30 menit pada suhu 50° C dan untuk folin-ciocalteu dan tollens, dan 1 jam 35 menit pada suhu ruang untuk p-DAB.Konsentrasi terendah yang dapat dideteksi oleh PAD adalah sebesar 75.000 ppm. Kestabilan dari PAD ini masih kurang baik karena hanya dapat bereaksi tidak lebih dari 2 hari. Dapat disimpulkan bahwa Paper-based analytical device yang dibuat dengan kertas whatman no.1 dan no.4 dapat mendeteksi allopurinol baku, namun hasilnya belum memuaskan ketika di aplikasikan pada jamu.
    Kata Kunci : PAD, obat tradisional, allopurinol, whatman no.1, dan whatman no.4
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi