
Text
3963- Analisis Biaya Sakit Pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Al Ihsan Bandung (Chika Aulia Afina; Auliya A. Suwantika, Ph.D.; Woro Supadmi, M.Sc)
Secara global, kejadian demam berdarah menunjukkan peningkatan sebesar tujuh kali dari tahun 1990 hinggatahun 2013, terutama di daerah tropis dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20190311 3963 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3963Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2019 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3963Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Secara global, kejadian demam berdarah menunjukkan peningkatan sebesar tujuh kali dari tahun 1990 hinggatahun 2013, terutama di daerah tropis dan subtropis seperti Asia Tenggara pada saat musim hujan. Menurut data dari Kemenkes RI, kejadian DBD Indonesia meningkat setiap tahunnya. Bandung merupakan kota di provinsi Jawa Barat dengan jumlah kasus DBD paling tinggi. Tingginya angka kejadian demam berdarah dengan biaya sakit yang tinggi menyebabkan beban ekonomi yang signifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui biaya sakit DBD di salah satu rumah sakit di Jawa Barat, faktor apa saja yang mempengaruhi tingginya biaya sakit langsung, serta membandingkan tarif riil dengan tarif klaim INA-CBG’s pasien rawat inap DBD di RSUD Al-Ihsan. Penelitian dilakukan observasional dengan pengambilan data secararetrospektif dan analisis data dengan spearman-rho. Rata-rata biaya sakit pasien DBD rawat inap di RSUD Al-Ihsan pada tahun 2015 sebesar Rp.3.584.678, tahun 2016 sebesar Rp.3.569.774, dan tahun 2017 sebesar Rp.3.645.976. Hasil penelitian menunjukkan bahwatidak terdapat hubungan antara karakteristik pasien terhadap biaya sakit, dan terdapat hubungan (p < 0,10) antara komponen biaya sakit langsung, lama rawat inap, dan jenis fasilitas rawat inap terhadap biaya sakit.Secara keseluruhan, rata-rata biaya sakit langsung perspektif penyedia pelayanan kesehatan (RSUD Al-Ihsan) lebih rendah dari biaya perspektif pembayar dengan selisih biaya positif paling besar pada pasien kelas 2 masing-masing sebesar Rp.1.067.450, Rp.673.367, dan Rp.822.718.
Kata Kunci :DBD, biaya sakit, biaya sakit langsung, rawat inap.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






