
Text
3945- Aktivitas Antiinflamasi Sediaan Gel Minyak Atsiri Rimpang Laja Gowah (Alpinia malaccensis Burm. F.I) dan Kencur (Kaemferia galanga L.) Secara In Vivo Dengan Metode Induksi Karagenan (Derif Azis Abdullah; Prof. Muchtaridi, Ph.D., M.Si; Dr. Sri Adi Sumiwi, MS)
Inflamasi adalah respon imunitasterhadapjaringan yang mengalami kerusakan akibat trauma fisik, zat kimia maupun infeksi mikroba. Antiinflamasi yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20190281 3945 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3945Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2019 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3945Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Inflamasi adalah respon imunitasterhadapjaringan yang mengalami kerusakan akibat trauma fisik, zat kimia maupun infeksi mikroba. Antiinflamasi yang biasa digunakan adalah golongan AINSyang memiliki dua tujuan utama yaitu meringankan rasa nyeri dan memperlambat kerusakan jaringan, namunmenimbulkaniritasi lambung. Maka perlu dilakukan observasi untuk membuat sediaan gel pijat dengan senyawa aktif antiinflamasi dari tumbuhan.Tumbuhanyangdilakukan observasi adalah rimpang laja gowah (Alpinia malaccensis[Burm.F.]) danrimpang kencur (Kaempferia galanga L.) yang memiliki kandungan metil sinamat dan Etil p – metoksisinamat (EPMS) dalam minyak atsiri, kedua kandungan kimia ini berpotensi sebagai antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dari kombinasi minyak atsiri laja gowah dan kencur dalam bentuk sediaan gel pijat secara In Vivo dengan metode induksi karagenan. Hasil pengujian aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa sediaan gel pijat dosis I (kandungan minyak atsiri laja gowah 5% dan kencur 2,5%) memiliki persentase inhibisi paling baik sebesar 36,32 ± 6,32%. Sedangkan persentase inhibisi yang dihasilkan oleh sediaan gel pijat dosis II (kandungan minyak atsiri laja gowah 10% dan kencur 5%) dan dosis III (kandungan minyak atsiri laja gowah 20% dan kencur 10%) berturut – turut sebesar 30,01 ± 4,42% dan 17,16 ± 6,20%. Berdasarkan hasil uji hedonik juga menunjukkan bahwa formula sediaan gel pijat yang memiliki penilaian terbaik terdapat pada dosis I.
KataKunci:Antiinflamasi, Laja gowah (Alpinia malaccensis[Burm.F.]), Kencur (Kaempferia galanga L.), Sediaan gel, Minyak Atsiri.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






