Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T175- Aktivitas Antihiperurisemia Kombinasi Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosipon aristatus var. Aristatus L.) dan Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Secara In Vitro dan In Vivo (Nurihardiyanti; Dr. Rini Hendriani, M.Si; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc)


Alopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20190200T175Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T175
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T175
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Alopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucingOrthosipon aristatus var. Aristatus L.dan TempuyungSonchus arvensis L.Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi menghambat aktifitas enzim XO secara in vitro dan mengevaluasi aktifitas antihiperurisemia kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung dengan IC50terbaik dapat memberikanaktivitas antihiperurisemia optimal pada tikus putih jantan secara in vivo. Pada studi ini digunakan hewan uji tikus putih jantan. Kelompok I kontrol normal; kelompok II (PGA 2%); kelompok III alopurinol/urikostatik (10 mg/kg BB); kelompok IV probenesid/urikosurik (50 mg/kg BB); kelompok V-VII kombinasi ekstrak kumis kucing dan tempuyung berturut-turut 75: 75, 150: 150, dan 300:300 mg/kg BB dilakukan pengukuran kadar asam urat dalam darah (urikostatik) dan pengukuran kadar asam urat dalam urin (urikosurik). Berdasarkan hasil uji in vitro perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung dapat menghambat aktifitas enzim XO dengan IC50 terbaik beturut-turut adalah 1:1 (22.54 µg/mL), 1:2 (36.62 µg/mL), dan 1:0,5 (67.82 µg/mL).Berdasarkan hasil uji in vivo dengan IC50 terbaik perbandingan kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung (1:1)dapat memberikanaktivitas antihiperurisemia optimal sebagai obat antigout melalui mekanisme secara urikostatik dan urikosurikbeturut-turut adalah Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 300 mg/kg BB dan tempuyung 300 mg/kg BB), Kombinasi dosis 2 (Ekstrak kumis kucing 150 mg/kg BB dan tempuyung 150 mg/kg BB) dan Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 75 mg/kg BB dan tempuyung 75 mg/kg BB).

    Kata Kunci : Alopurinol, probenesid, hiperurisemia, Kumis kucingOrthosipon aristatus var. Aristatus L. dan TempuyungSonchus arvensis L.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi