
Text
3940- Uji Sitotoksisitas Ekstrak Angkak Terhadap Sel Kanker Prostat Galur DU145 (ATCC® HTB-81™) Secara In Vitro (Anisa Aprilia; Dr. Tiana Milanda, M.Si; Yuni Elsa Hadisaputri, MBS.,Ph.D)
Kanker prostat merupakan kanker yang menyerang pada kelenjar prostat dalam sistemreproduksi pria. Salah satu produk yang memiliki aktivitas ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20190198 3940 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3940Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2019 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3940Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker prostat merupakan kanker yang menyerang pada kelenjar prostat dalam sistemreproduksi pria. Salah satu produk yang memiliki aktivitas antikanker adalah angkak, yaitu hasil fermentasi dari jamur Monascus pada medium beras. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sitotoksisitas ekstrak etanol, etil, dan n-heksan dari angkak terhadap sel kanker prostat DU145 dan menentukan golongan senyawa yang diduga memiliki aktivitas sitotoksik.Penelitian ini menggunakan metode pewarnaan yaitu 3-4,5-di-methylthiazol-2-y1-5-(3-carboxymethoxyphenyl)-2-(4-sulfophenyl)-2H-tetrazolium (MTS) dengan menggunakan reagenCell Counting Kit-8. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak n-heksan angkak memiliki sitotoksisitas terbaik dengan nilai IC50 136,894 μg/mL, sedangkan pada ekstrak etanol dan etil asetat memiliki tingkat sitotoksik yang rendah dengan masing-masing nilai IC50 yaitu651,554 μg/mL dan 207,777 μg/mL. Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan angkak memiliki aktivitas antikanker terbaik, dengan senyawa yang diduga memiliki aktivitas sitotoksik berasal dari golongan flavonoid dan kuinon.
Kata kunci: Angkak, kanker prostat, Monascus, sitotoksisitas.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






