Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3936- Aktivitas Antibakteri Ekstrak Angkak Terhadap Propionibacterium acnes ATCC 11827 dan Methicilin Resistant Staphylococcus aureus ATCC BAA-1683 (Ulya Nabila; Dr. Tiana Milanda, M.Si; Dr. Ade Zuhrotun, M.Si)


Propionibacterium acnes ATCC 11827 dan Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus ATCC BAA-1683 merupakan bakteri penyebab penyakit infeksi pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201901943936Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3936
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3936
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Propionibacterium acnes ATCC 11827 dan Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus ATCC BAA-1683 merupakan bakteri penyebab penyakit infeksi pada kulit manusia, yaitu jerawat dan infeksi kulit dan jaringan lunak. Salah satu bahan alam yang diduga memiliki aktivitas antibakteri adalah angkak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari beberapa ekstrak angkakdengan metode difusi agar serta menentukan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) nyadengan metode mikrodilusi terhadap kedua bakteri uji. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan bahan dan identifikasi kapang, ekstraksi angkak, pemeriksaan profil kromatografi lapis tipis ekstrak, penapisan fitokimia ekstrak, konfirmasi bakteri uji, uji aktivitas antibakteri serta penentuan KHTM dan KBM ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol angkak memiliki aktivitas antibakteri terhadap
    P. acnes ATCC 11827 dan MRSA ATCC BAA-1683. Kedua ekstrakmemiliki kandungan senyawa golongan polifenol, flavonoid, monoterpen dan seskuiterpen, kuinon serta saponin. Ekstrak etil asetat merupakan ekstrak teraktif dengan nilai KHTM ekstrak etil asetat adalah 2,5-5% (b/v) dan 0,625-1,250% (b/v) berturut-turut terhadap P. acnes ATCC 1182 dan MRSA ATCC BAA-1683. Nilai KBM ekstrak etil asetat adalah 10% (b/v) dan 2,5% (b/v) berturut-turut terhadap P. acnes ATCC 11827 dan MRSA ATCC BAA-1683. Berdasarkan nilai-nilai tersebut,ekstrak etil asetat angkak lebih aktif terhadap MRSA ATCC BAA-1683 dibandingkan P. acnes ATCC 11827.
    Kata kunci: Angkak, Monascus purpureus, antibakteri, Propionibacterium acnesATCC 11827), Methicilin-Resistant Staphylococcus aureusATCC BAA-1683
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi