
Text
3874- Formulasi Sediaan Tablet Glibenklamid Sakarin Hasil Pendekatan Kokristal Dengan Menggunakan Metode Kempa Langsung (Shafira; Arif Satria W.K., M.Si; Patihul Husni, M.Si)
Glibenklamid merupakan antihiperglikemik oral yang termasuk kedalam golongan II dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS), dimana ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20190089 3874 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3874Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2019 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3874Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Glibenklamid merupakan antihiperglikemik oral yang termasuk kedalam golongan II dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS), dimana glibenklamid memiliki kelarutan yang rendah namun permeabilitasnya tinggi. Pada umumnya apabila suatu obat memiliki kelarutan yang rendah maka obat tersebut akan memiliki bioavailabilitas yang rendah juga karena kelarutan merupakan faktor penentu proses absorpsi obat. Bioavailabilitas oral dari glibenklamid hanya sebesar 40%. Pada penelitian ini akan dibuat kokristal dengan dengan koformer sakarin sebagai upaya meningkatkan kelarutan glibenklamid. Selanjutnya dilakukan uji kelarutan, uji disolusi, serta karakterisasi dengan instrumen IR, DSC, dan XRD. Kokristal yang telah terbentuk selanjutnya dibuat sediaan tablet dan dilakukan evaluasi. Hasil pengujian kelarutan diketahui bahwa peningkatan kelarutan terbesar dihasilkan dari kokristal 1:2 yaitu sebesar 12x dibandingkan dengan glibenklamid murni. Persen (%) terdisolusi koksristal 1:2 pada waktu 60 menit adalah sebesar 55,08 ± 2,15 % dibandingkan dengan glibenklamid murni sebesar 32,30 ± 0,21 %. Berdasarkan uji ANAVA diperoleh hasil perbedaan yang signifikan dari kelarutan dan disolusi kokristal bila dibandingkan dengan glibenklamid murni (p < 0,05). Hasil analisis difraksi sinar X menunjukkan adanya penurunan kristalinitas glibenklamid, hasil analisis DSC menunjukkan adanya penurunan titik leleh, hasil karakterisasi menggunakan spektrofotometri infra merah menunjukkan tidak adanya gugus fungsi baru. Evaluasi serbuk dan tablet kokristal glibenklamid sakarin semuanya memenuhi pesyaratan yang ada. Berdasarkan dengan hasil uji ANAVA, pada menit ke 45, profil disolusi tablet glibenklamid yang beredar dipasaran tidak jauh berbeda dengan tablet kokristal glibenklamid (p>0,05).
Kata kunci : Glibenklamid, Sakarin, Kokristal, Tablet
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






